Home / Hukum / Perebutan Lahan Kekuasaan, Pria Bertato Dibantai

Perebutan Lahan Kekuasaan, Pria Bertato Dibantai

Baturaja, BP

Gara-gara menantang warga untuk duel di warung tuak milik Manulang (50) di kawasan dekat Stasiun Kereta Api Baturaja, seorang pria bertato bernama Julius Darmawan (37) alias Yulian, warga Desa Kebun Jati Baturaja, ditemukan tewas dengan usus terburai, Minggu (23/3) malam.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa berdarah ini bermula dari kedatangan korban ke lapo tuak milik Manulang sekitar pukul 20.00.

Kebetulan saat itu ada juga pengunjung lain yakni Sapuan (54), warga Baturaja Lama, Widi (35), warga Kampung Sawa, Anizar Efendi (36), dan Jalal (36), warga Dusun Baturaja.

Kemudian, korban Julian yang asli warga Desa Gunung Ibul Prabumulih Timur, menantang siapa saja yang ada di sana untuk berduel, termasuk Manulang si pemilik warung.

Kontan para pengunjung yang memang dalam kondisi mabuk akibat pengaruh tuak tersinggung dan meladeni tantangan pelaku.

Namun untunglah, cekcok tersebut berhasil dilerai oleh masyarakat dan anggota Subdempom OKU yang memang kantornya berada di seberang lapo tuak tersebut.

Setelah berhasil dilerai, tak lama kemudian korban kembali mendatangi lapo tuak tersebut dengan membawa sebilah badik.

Kembali terjadi keributan antara korban dan empat orang pengunjung warung. Korban pun dikeroyok hingga sempat kabur ke arah rel kereta api.

Namun, keempat pelaku kembali mengejar korban. Korban sempat melakukan perlawanan hingga pelaku Sapuan terkena luka di leher.

Kemudian Sapuan membalas dengan tusukan di perut korban, sementara Widi datang membantu melawan dengan cara menusuk di bagian dada korban.

Jalal menganiaya dengan batu dan double stick, korban berusaha lari menyelamatkan diri.
Namun karena diduga kehabisan darah korban akhirnya terjatuh di depan rumah warga dengan tubuh bersimbah darah.

“Saat petugas datang ke lokasi, korban sudah terkapar bersimbah darah,” ujar Kapolres OKU AKBP Mulyadi didampingi Kasat Reskrim AKP Zulfikar dan Kanit Pidum Iptu Yuliko Saputra saat dikonfirmasi, kemarin (24/3).

Ditambahkan Kanit Pidum Iptu Yuliko, kejadian ini diduga disebabkan oleh perebutan wilayah kekuasaan, di mana korban kemungkinan ingin menguasai Stasiun KA Baturaja.

“Korban ini ingin menguasai Stasiun Kereta Api Baturaja dengan menantang siapa saja yang dianggap menjadi saingannya, padahal mereka ini satu teman tongkrongan, sering minum bareng, ngobrol bareng,” terang kanit

Ditambahkan Kanit, seluruh tersangka kita kenakan pasal 170 jo 338 KUHP pengeroyokan secara bersama-sama yang menyebabkan kematian dengan ancaman kurungan penjara.
Sementara, Sapuan (54), warga Dusun Baturaja Kecamatan Baturaja Timur yang menjadi salah satu pelaku penusukan terhadap korban menuturkan, kejadian bermula sekitar pukul 08.00 di Lapo Tuak milik Manulang.

Pelaku datang dan menantang siapapun pengunjung di lapo tersebut. Kejadian tersebut sempat berakhir setelah polisi militer yang melihat langsung melerai kejadian tersebut dan membubarkannya.

Akhirnya keributan diredam dan keempat tersangka kembali ke rumah masing-masing. “Saya itu sudah pulang ke rumah Pak, namun dia  kemudian menelpon Widi untuk menemui korban. Widi pun kemudian memberitahu saya dan kawan-kawan yang lain dan kami sepakat untuk kembali ke warung tuak. Saya sengaja membawa pisau dari rumah untuk berjaga-jaga,” tutur Sapuan.

Tak lama kemudian, datang lagi  korban dan langsung menantang tersangka Widi dan mengancam akan menggoroknya. Kemudian, dirinya dan teman-temannya mengejar korban ke arah stasiun dengan membawa dua buah pisau, satu punya saya, dan satunya dibawa Widi serta double stik yang tersangka mengatakan tidak tahu siapa yang membawanya.

“Di saya satu pisaunya Pak, di Widi satu pisau, lalu kami mengejar korban yang saat itu sudah menunggu di rel, langsung dihampiri oleh Widi dan terlibat perkelahian, Widi terjatuh dan saya pun mencoba membantu, namun korban langsung menyabetkan pisaunya hingga mengenai pipi saya” jelas Sopuan.

Tak lama berselang bantuan dari Anizar dan Jalal yang melempari korban dengan batu serta memukul bagian kepala belakang korban dengan double stik sehingga korban sempoyongan.

Saat itulah tersangka Dedi dan Sopuan menghujamkan senjatanya masing-masing, Dedi di bagian dada dan Sopuan di bagian perut kiri sehingga korban jatuh bersimbah darah dan akhirnya tewas di tempat kejadian perkara. #her

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Walpri Gubernur Sumsel Tantang Wartawan Detikcom Berkelahi

Palembang, BP – Wartawan Detikcom Raja Adil Siregar mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat dirinya akan mencari berita. Ia diusir ...