Home / Headline / Penegak Hukum Jangan Tebang Pilih

Penegak Hukum Jangan Tebang Pilih

Jaksa Agung Basyrief Arief, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Ajimbar, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo saat meresmikan Gedung Kejati Sumsel di Jalan Gubernur HA Bastari, Jakabaring, Palembang, Senin (17/3). BP/MARDIANSYAH

Jaksa Agung Basyrief Arief, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Ajimbar, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Bambang Budi Waluyo saat meresmikan Gedung Kejati Sumsel di Jalan Gubernur HA Bastari, Jakabaring, Palembang, Senin (17/3).
BP/MARDIANSYAH

Palembang, BP

Penegakan hukum seyogyanya dilakukan secara profesional, proporsional, dan berimbang tanpa adanya pilih kasih. Peran Kejaksaan harus dapat berjalan dengan integritas dan maksimal dalam menghadapi berbagai permasalahan.

Demikian diungkapkan Jaksa Agung Basyrief Arief saat peresmian Gedung Kejati Sumsel di Jalan Gubernur HA Bastari Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU 1, Jakabaring, Palembang, Senin (17/3).

Peresmian gedung baru ditandai pengguntingan pita dan penanaman pohon di lingkungan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel yang dilakukan bersama Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Waluyo, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Ajimbar, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution.

“Gedung baru diharapkan memberi semangat baru bagi Kejaksaan dalam penegakan hukum. Fasilitas yang diberikan negara agar diimbangi dengan kinerja yang baik bagi pencari keadilan. Kejujuran merupakan hal yang paling utama, saling menopang, tanpa arogansi, bersih, adil, dan tanpa tebang pilih,” tegas Basrief Arief.

Menuruk Jaksa Agung, saat ini masyarakat rindu akan penegakan hukum yang adil, bersih, dan berhati nurani.
“Gedung baru ini juga diimbangi dengan SDM yang bagus. Jika gedung dan SDM-nya bagus, kinerja dalam penegakan hukum akan ikut serta berjalan dengan baik. Selanjutnya menjalankan kewenangan tanpa arogansi guna menjadikan Sumsel lebih baik dan masyarakat merasakan manfaat nyata,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengatakan, gedung Kejaksaan Tinggi berdiri di atas lahan sebesar 720 Ha. Sebagian lahan milik Pemerintah Sumsel dan sebagian lagi diokupasi oleh masyarakat.

“Lahan ini direklamasi pada tahun 1995-1996. Tahun 2004, lokasi ini menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Setelah itu Jakabaring menjadi tuan rumah SEA Games dan beberapa kejuaraan dunia lainnya. Tahun 2013, menjadi tuan rumah Islamic Solidarity Games. Tahun ini menjadi tuan rumah Asian University Games,” terang Alex.

Menurut Gubernur, tidak hanya fasilitas olahraga yang ada di kawasan Jakabaring. Infrastruktur lainnya juga menopang seperti perkantoran Dinas, Kantor DPRD, dan yang lainnya.

“Ini dilakukan agar terjadi keseimbangan pembangunan antara wilayah Ulu dan Ilir Kota Palembang. Jadikanlah tempat ini sebagai tempat menjalankan kerja yang baik dalam menegakkan hukum. Terlebih sekarang sudah memasuki masa-masa kampanye dan pemilu, tegakkanlah hukum seadil-adilnya,” kata Gubernur.

Sedangkan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Ajimbar menambahkan, pembangunan gedung telah direncanakan melalui 4 tahapan. Pada 2009, menancapkan tiang pancang, struktur gedung, arsitektur gedung utama. Tahun 2012, tahap terakhir arsitek gedung dengan keseluruhan lantai serta fasilitas penunjang seperti lahan parkir, taman, dan lainnya.

“Dengan dibangunnya gedung baru ini dapat meningkatkan kinerja para pegawai Kejaksaan Sumsel mengingat kondisi gedung lama sudah tidak mampu lagi menghadapi volume pekerjaan. Seperti halnya mengatasi laporan masyarakat, konsultasi hukum, pembinaan hukum, dan sebagainya,” pungkas Ajimbar. #bel/sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Identitas Palembang Jangan Hilang

Palembang, BP       Sejarawan  Sumatera Selatan (Sumsel)  Kemas Ari Panji Spd Msi melihat identitas yang dimiliki Palembang dalam sejarahnya harus diterapkan ...