Home / Palembang / 30 Karyawan Transmusi Dipecat

30 Karyawan Transmusi Dipecat

 Palembang, BP

PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) kembali diterpa masalah. Jika sebelumnya terlambat membayar gaji karyawan, perusahaan di bawah naungan  Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ini kini melakukan pemecatan terhadap 30 karyawannya.

“Sejak Februari lalu kita melakukan pembinaan terhadap karyawan, dengan melakukan pemutusan kontrak kerja,” kata Direktur Utama PT SP2J Marwan Hasmen. Menurutnya, hal ini terpaksa dilakukan bukan tanpa alasan yang jelas. Ada berbagai alasan, di antaranya, indisipliner, melanggar aturan perusahaan, dan yang paling dominan ditemukan karyawan melakukan penipuan dengan cara korupsi.

Baca:  Dishub Tambah 25 Halte Portable Transmusi

“Ada oknum pramugara yang tidak melakukan tapping smart card (maling duit) dan ada yang tidak melakukan pengisian saldo sesuai permintaan konsumen,” terangnya. Dikatakannya, temuan ini setelah pihaknya melakukan pemantauan di lapangan dengan melakukan penempatan pegawai dengan menjadi pengguna Transmusi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata dia, ke depannya pihaknya akan melakukan penambahan petugas untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja para pegawainya di lapangan. “Kita lakukan ini tidak lain untuk minimalisir kerugian, mengingat kondisi perusahaan tengah mengalami kesulitan secara finansial. Dan kita juga meminta akan kesadaran dari para pegawai untuk menuju perubahan lebih baik,” katanya.

Baca:  Kinerja Trans Musi Dipertanyakan

Terpisah Manajer Transmusi  Djoko Santoso tidak menampik adanya temuan tersebut. Ia mengatakan, ada beberapa oknum pegawai terutama pramugara yang kedapatan mengakali  penumpang dengan mengisi smart card dari seharusnya dan tidak mentapping smard card.

Ia menambahkan, dengan adanya temuan tersebut, pengelola Transmusi akan selalu melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. Dengan cara memasang poster di beberapa koridor induk yang tidak lain agar para pengguna Transmusi lebih waspada.

“Kita pastikan pada awal bulan April mendatang, akan kembali menggunakan karcis manual. Ini tidak lain untuk mengantisipasi adanya bentuk kecurangan yang akan dilakukan pegawai Transmusi. Bagi pengguna yang masih ada saldo sampai bulan April, masih bisa berlaku,” jelas Djoko.

Baca:  Kinerja Trans Musi Dipertanyakan

Sementara seorang pramugara Transmusi yang enggan namanya dipublikasikan membenarkan adanya pegawai yang melakukan penggelapan uang dengan cara pengisian smart card.

“Kita memaklumi kalau terjadi hal tersebut. Kondisi ini ‘kan dampak dari tersendatnya gaji. Ya, mungkin dari mana lagi pegawai untuk mendapatkan uang tambahan untuk menutupi biaya per bulan keluarga,” ujarnya. #yud

x

Jangan Lewatkan

Kemplang Tunu Beromzet Puluhan Juta

Siapa tak kenal makanan lokal satu ini. Meski tidak setenar pempek, nyatanya kemplang tunu sudah lama ada dan digemari. Bahkan ...