Home / Pariwisata / Pengungsi Sinabung Senang Pulang ke Kampung Halaman

Pengungsi Sinabung Senang Pulang ke Kampung Halaman

Medan, BP

Perasaan siapa yang tidak senang dan “berbinar-berbinar”, dan ketika mengetahui bahwa sebagian para pengungsi erupsi Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, telah diizinkan pemerintah setempat untuk pulang ke kampung halaman.

Apalagi, para pengungsi Sinabung tersebut, hampir selama lebih kurang enam bulan lamanya tinggal di Posko Penampungan di Kota Berastagi dan Kabanjahe, dan rasanya sudah cukup jenuh.

Selain itu, para pengungsi yang menumpang di Posko Penampungan tersebut, rasanya tidak bisa bebas, seperti di rumah mereka sendiri.

Hal ini juga termasuk salah satu kendala, timbulnya rasa bosan para pengungsi erupsi Sinabung yang ditimpa bencana alam tersebut.

Dengan kembalinya para pengungsi erupsi Sinabung ke rumah mereka, menunjukkan tanda-tanda atau “secercah harapan” bagi warga Karo, untuk memulihkan perekonomian mereka yang selama ini hancur akibat letusan gunung berapi tersebut.

Koordinator Media Massa Penanggulangan Bencana Sinabung di Kabanjahe Jhonson Tarigan mengatakan pengungsi hingga kini telah pulang ke-16 desa yang aman dan berada di luar radius lima kilometet dari kawah gunung yang berbahaya itu.

Pengungsi tersebut, menurut dia, sudah hampir dua minggu lamanya menempati desa mereka, dan seluruhnya dalam keadaan sehat.

Pengungsi yang berada di desa tersebut, masih diberikan bantuan makanan berupa beras dan uang dari pemerintah karena mereka belum bisa bekerja.

“Bahkan lahan perkebunan pengungsi tersebut belum bisa dikelola, karena mengalami kerusakan cukup parah karena erupsi gunung Sinabung,” kata Jhonson.

Dia menambahkan selama berada di desa, pemerintah juga memberikan jaminan hidup (Jadup) sebesar Rp6.000 per hari pada masing-masing penduduk selama selama satu bulan.

Selain itu, diberikan bantuan 4 kilogram beras per orang, selama 30 hari.

“Pengungsi tersebut juga mendapat bantuan dana sebesar Rp50.000 per kepala keluarga (KK) dalam setiap hari.Bantuan it diberikan selama 10 hari,” ujarnya.

Jhonson menyebutkan ke-16 desa yang telah dihuni pengungsi Sinabung, beberapa diantaranya, Desa Batu Karang 4.954 jiwa atau 1.452 kepala keluarga (KK), Desa Rimo Kayu 657 orang/ 196 KK, Desa Cimbang 234 orang/ 68 KK, dan Desa Ujung Payung 311 orang/ 93 KK.

Kemudian, Desa Kutambelin 990 jiwa/ 265 KK, Desa Gung Pinto 551 orang/ 146 KK, Desa Naman 1.533 orang/424 KK, Desa Sukandebi 902 orang/259 KK yang berada di Kecamatan Namantran.

“Desa Tiga Pancur 918 orang/256 KK, Desa Tiganderket 1.779 jiwa/505 KK, Desa Tanjunga Morawa 1.201/338 KK, Desa Payung 1.788 orang/538 KK, Desa Jeraya 551 orang/ 146 KK, dan Desa Pintu Mbesi 242 orang/65 KK,” kata juru bicara Pemkab Karo.

Persiapan Relokasi Pengungsi Pemerintah sedang mempersiapkan untuk merelokasi seribuan kepala keluarga atau delapan ribuan jiwa pengungsi korban erupsi Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang selama ini tinggal pada radius 5 kilometer di bawah gunung itu.

“Lahan untuk membangun rumah pengungsi yang akan direlokasi sedang dipersiapkan,” kata Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Menurut dia relokasi dinilai semakin perlu karena menurut informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) erupsi Sinabung bisa terulang empat tahun sekali.

“Pemerintah tidak ingin ada korban di setiap bencana karena itu perlu dilakukan relokasi,” katanya.

Terkait relokasi itu, dewasa ini pemerintah sedang dan terus mensosialisasikannya dan berharap masyarakat memahami serta bersedia karena untuk kepentingan warga dan keluarganya sendiri agar terhindar dari bencana.

“Mudah-mudahan lahan untuk relokasi bisa segera terealisasi dengan lokasi yang berada di sekitar kawasan tersebut agar petani masih bisa bercocok tanam seperti selama ini,” katanya.

Pembangunan perumahan bagi warga yang direlokasi akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum.

Pengungsi Diberikan Ketrampilan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Dinasti Sitepu mengatakan, pengungsi Sinabung yang berada di lokasi Pos Penampungan di Kabanjahe akan diberikan pelatihan ketrampilan kuliner.

“Ketrampilan mengenai masak-memasak berbagai jenis makanan ini, diharapkan dapat dikembangkan, sehingga bisa menjadi bisnis atau usaha bagi pengungsi tersebut,” katanya.

Kegiatan pelatihan kuliner tersebut, menurut dia, akan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.

Namun, ujarnya, sampai saat ini belum diketahui kapan jadwal pelatihan kuliner itu, akan diberikan kepada para remaja maupun ibu-ibu pengungsi erupsi gunung Sinabung yang tinggal di posko.

“Ini merupakan terobosan dan inovasi baru bagi para pengungsi erupsi Sinabung agar tidak jenuh di tempat penampungan tersebut,” ujarnya.

Dinasti mengatakan pelatihan pembuatan kuliner itu, tentunya dilakukan secara bertahap kepada para pengungsi tersebut.

“Dengan dilaksanakannya pelatihan ketrampilan di bidang kuliner, diharapan dapat menambah wawasan dan lapangan pekerjaan baru bagi para pengungsi, serta tidak hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah maupun dermawan,” kata Dinasti. #ant

x

Jangan Lewatkan

Rembrandt Frerichs Trio Belanda Meriahkan Musi Jazz Sriwijaya

Palembang, BP–Maestro musik Jazz asal Belanda yang tergabung dalam Rembrandt Frerichs Trio berkolaborasi dengan musisi kenamaan Indonesia, Dwiki Dharmawan, memeriahkan ...