Home / Sumsel / Pagaralam / Palembang-Pagaralam Cuma 45 Menit

Palembang-Pagaralam Cuma 45 Menit

Pagaralam, BP

 Jarak tempuh Palembang-Pagaralam yang sebelumnya membutuhkan waktu 8 jam, kini bisa ditembus dalam tempo 45 menit. Ini telah terbukti setelah penerbangan perdana pesawat komersil maskapai Susi Airline yang mengangkut 12 penumpang, mendarat di Bandara Atung Bungsu, Kamis  (13/3).

Dalam penerbangan perdana rute Palembang – Bengkulu – Pagaralam ini duduk sebagai penumpang antara lain Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati  dan Bupati Lahat H Saifudin Aswari Rifa’i, mantan Walikota Pagaralam H Djazuli Kuris, dan Ketua DPRD Kota Pagaralam Ruslan Abdul Gani.

Sebelumnya pesawat Susi Airline berhasil mendarat mulus di Bandara Atung Bungsu. Sang Pilot Mr Matteo Bruhi dan Co Pilot  Mr Willian Shao disambut Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati bersama rombongan.

Kemudian Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati meminta warga Kota Pagaralam sebanyak 10 orang untuk mengikuti Joy Flight dengan mengelilingi udara Kota Pagaralam selama 10 menit.  Kemudian Wako bersama 10 penumpang lainnya terbang menuju Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II, Palembang.

Hj Ida Fitriati mengatakan, dengan telah diresmikannya Bandara Atung, masyarakat sudah dapat menggunakan pesawat dengan tarif Rp300.000 untuk penerbangan tujuan Palembang atau sebaliknya.

“Sejauh ini kontrak dengan Susi Airline sudah dilakukan. Bandara Atung Bungsu Kota Pagaralam secara resmi sudah bisa melayani penerbangan rute Palembang-Pagaralam,” katanya.

Beroperasinya Bandara Atung Bungsu memperpendek waktu tempuh menuju Kota Pagaralam.  “Kita akan terus meningkatkan fasilitas penunjang di Bandara Atung Bungsu. Seperti menambah runway menjadi 2.200 meter agar pesawat berbadan besar seperti boeing bisa mendarat,” kata Hj Ida.

Kabut Asap

Sementara itu, sudah satu pekan wilayah Kabupaten Musirawas dilanda kabut asap kiriman Provinsi Riau. Akibat kabut asap ini, pesawat dari Jakarta tujuan Mura tidak bisa mendarat di Bandara Silampari, Kamis (13/2).  Penumpang yang seyogyanya berangkat dari Bandara Silampari terpaksa beralih ke Bengkulu.

Pantauan di lapangan, wilayah Mura diselimuti kabut asap putih. Matahari yang selama ini menyinari Bumi Lan Serasan Sekentenan tidak tampak. Kabut asap terlihat jelas saat siang hari.

Seorang warga bernama Pebri (30), terpaksa menunda keberangkatan ke Jakarta melalui Bandara Silampari, karena pesawat tidak bisa mendarat akibat kabut asap. Jika tetap mau berangkat, penumpang harus ke Bengkulu terlebih dahulu.

Kepala Dinas Kehutanan Mura Drs Nawawi mengatakan, hasil pantauan tidak ada titik api di Kabupaten Mura. “Kami sudah melakukan pemantauan.  Sejauh ini tidak ada titik api di Kabupaten Mura.  Sehingga tidak ada yang patut di khawatirkan,” jelasnya.

Nawawi mengimbau masyarakat yang ingin membuka lahan agar tidak melakukan pembakaran.  “Kalau mau membuka lahan jangan dibakar. Bila tidak ada jalan lain boleh menggunakan api dengan skala kecil,’ tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Mura Tjahyo Kuncoro melalui seksi pengendalian penyakit Iwan mengatakan, belum ada laporan terkait penyakit yang diakibatkan kabut asap. #dar/wan

x

Jangan Lewatkan

Jembatan Endikat Jebol, Pagaralam Terancam Terisolir

Pagaralam, BP — Jembatan Endikat yang terletak di Jalan Negara tepatnya di perbatasan Kabupaten Lahat dengan Kota Pagaralam terancam jebol. ...