Home / Headline / Jembatan Gantung Tanjung Mulak Putus

Jembatan Gantung Tanjung Mulak Putus

Kondisi jembatan gantung Desa Riding, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, yang putus, Selasa  (11/3). (bp/sofiretorika)

Kondisi jembatan gantung Desa Riding, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat, yang putus, Selasa (11/3). (bp/sofiretorika)

Lahat, BP

Langkah cepat diambil pemerintah terkait putusnya jembatan gantung Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang. Wakil Bupati Lahat Marwan Mansyur SH MM mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU), harus segera  membangun jembatan darurat. “Kita instruksikan Dinas PU membangun jembatan darurat,” kata Marwan, pada sela-sela peninjauan jembatan gantung yang putus ini, Selasa  (11/3).

Dirinya menginstruksikan,  Dinas PU diminta membangun jembatan permanen melalui pos anggaran bencana. Pembangunan jembatan ini sangat mendesak, sebab akses warga menuju areal perkebunan. Nah. Jika akses ini putus, perekonomian warga juga mengalami stagnasi. Imbasnya berdampak kesejahteraan dan kebutuhan hidup masyarakat.  “Karenanya kita intruksikan Dinas PU melakukan langka cepat,” imbuhnya.

Lebih jauh Marwan meminta Dinas PU melakukan pendataan terkait akses warga yang sudah tua, diharapkan adanya proaktif dari masing-masing intansi terkait program kerjanya masing-masing. “Fasilitas yang sudah menghawatirkan segera di data diajukan penganggarannya, jangan sampai sudah putus baru dianggaran,” ujarnya.

Untuk diketahui  Jembatan gantung di Desa Tanjung Mulak, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, dua hari lalu putus. Jembatan yang membelah anak Sungai Lematang ini putus akibat  tanah longsor yang menerpa ujung jembatan, hingga mengakibatkan tiang jembatan amblas tertarik ke bawah.

Kades Tanjung Mulak Jangkutdin mengatakan putusnya akses penghubung warga menuju perkebunan membuat aktivitas warga terhenti. “Hampir seluruh warga di desa ini sangat bergantung pada jembatan yang menghubungkan warga dari desa ke kebun,” ungkapnya.

Karenanya atas nama warga mereka meminta Pemkab Lahat dapat bergerak cepat memperbaiki jembatan gantung tersebut. Sebab, menurutnya, perekonomi warga terutama petani terancam lumpuh jika tidak segera diperbaiki. “Kami khawatir dengan putusnya jembatan ini, putus pula mata pencarian warga disini,” keluhnya.

Halim (56) warga setempat mengungkapkan jembatan ini memang agak jauh menuju kesana sekitar 1 km. “Itu akses penting dari dusun ke kebun dan lading kami. Warga juga sudah bersedia memberikan tanah untuk buat jembatang gantung tu,’ ungkapnya, kemarin.  #ufi

 

x

Jangan Lewatkan

Sumsel Siaga Musim Hujan

Palembang, BP Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel), gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Siaga Banjir dan Tanah Longsor tahun ...