Home / Sumsel / Banyuasin / Distanak Siapkan Mesin Sedot Antisipasi Kekeringan Lahan

Distanak Siapkan Mesin Sedot Antisipasi Kekeringan Lahan

Petugas pertanian melihat kondisi sawah di  Desa Limbang Mulya, Kecamatan Sembawa.

Petugas pertanian melihat kondisi sawah di Desa Limbang Mulya, Kecamatan Sembawa.

Banyuasin, BP

Untuk mengatasi ancaman kekeringan yang menimpa ratusan hektar sawah di Banyuasin. Dinas pertanian dan peternakan Banyuasin menyiapkan empat mesin sedot air untuk dipinjamkan pada masyarakat petani yang membutuhkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuasin Syaiful Bahri mengatakan pihaknya telah memantau kondisi lahan persawahan di sejumlah kawasan Banyuasin. Seperti di Desa Limbang Mulya, Kecamatan Sembawa, sekitar 30 hektar lebih tanaman padi yang mulai berisi, kekeringan. Selain itu, ada pihaknya juga menerima laporan lisan dari petani, yang dilanda kekeringan. “Laporan lisan yang kami terima, kekeringan melanda areal persawahan yang sedang menguning, ada pula yang baru akan menyemai,” katanya.

Untuk mengatasi itu, pihaknya menyediakan empat pompa air berukuran besar guna mengairi sawah. Apalagi, kebanyakan sawah tadah hujan itu berdekatan dengan sungai, jadi tinggal sedot semprot saja. “Selain mesin, kami juga menyediakan selangnya,” ungkapnya.

Namun pihak dinas tidak menyiapkan operator mesin, biaya angkut dan biaya operasional mesin tersebut. Karena tidak dianggarkan untuk itu. “Tapi bukan masalah, tinggal kordinasi saja antara petani,” katanya.

Ditambahkan Kabid Perlindungan Tanaman  Priharwanto, melalui  Kasi Perlintan Mauladi, sampai saat ini belum ada satupun dari empat mesin tersebut yang dipinjam masyarakat. “Seak tahun 2013 lalu, belum ada yang pinjam, padahal gratis,” katanya.

Dia melanjutkan kekeringan yang menimpa hamparan persawahan  Desa Limbang Mulya, Kecamatan Sembawa dan persawahan lainnya di Banyuasin, lantaran areal persawahan lebih tinggi dari sungai. “Menurut masyarakat Desa Limbang Mulya kekeringan lantaran tanggul di sekitar sawah dibendung oleh PT KAM,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kades Limbang Mulya Nahdlo mengatakan, kalau masyarakan yang dibebenkan untuk beli minyak dan transport alat, rasanya tidak mungkin. Karena lahanya sedikit jadi berat nanggungnya, kecuali kelompok tani ada biaya, mungkin mereka mau minjam alat pompa air. “Kami berharap, ada bantuan alat sekaligus transportasinya, sehingga petani tinggal mengoperasikannya saja,” katanya. #mew

x

Jangan Lewatkan

Alex Noerdin Melaunching Program S2C

Palembang, BP—Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin resmi melaunching program Sumsel Smart and Care (S2C). S2C merupakan inovasi proyek perubahan ...