Home / Pemerintahan / Disnakkan Kota Pagaralam Adakan Vaksin Rabies Massal

Disnakkan Kota Pagaralam Adakan Vaksin Rabies Massal

Pagaralam, BP

Sebagai upaya mencegah penyakit rabies tak menyebar, dalam waktu dekat Disnakkan Kota Pagaralam akan menggelar penyuntikan vaksin rabies secara massal terhadap hewan peliharaan, di antaranya anjing, kucing, kera atau monyet.

“Langkah ini dilakukan tak lain agar penyakit rabies tak menyebar luas dan jangan sampai ada korbannya. Yang mana rencananya kegiatan vaksin sendiri akan kita gelar dan kita sosialisasikan kepada masyarakat melalui kelurahan. Untuk itu kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, hendaknya dilakukan vaksin,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kota Pagaralam Sukman, melalui Kepala UPTD Puskeswan Zatarna, Kamis (13/3).

Menurutnya, tahun 2014 ini, melalui APBD disiapkan sekitar 100 botol ukuran 10 ml, dengan dosis mampu melakukan suntikan kepada sekitar 1.000 ekor hewan. Sehingga dengan demikian, pihaknya tak lagi melakukan pemusnahan anjing liar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Pemusnahan massal mendapat kecaman atau tantangan dari asosiasi penyayang binatang. Oleh karena itu, dengan adanya penyuntikan vaksin massal ini, kita harapkan jangan sampai ada korban gigitan hewan yang bisa menularkan penyakit rabies,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya,  selain melakukan vaksin,  pihaknya juga berupaya melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing, monyet ataupun hewan peliharaan lainnya, untuk dapat senantiasa memperhatikan perawatan terhadap hewan peliharaan mereka. Sehingga hewan peliharaan dapat terjaga kesehatannya dan tidak membahayakan masyarakat banyak. “Kita menghimbau kepada warga yang memiliki hewan peliharaan untuk dapat memperhatikan hewan peliharaan mereka,” katanya.  O dar

 

x

Jangan Lewatkan

Cek Urine Keluarga Besar Fraksi PKS DPR

Jakarta, BP–Fraksi PKS DPR RI melakukan cek urine bagi anggota, tenaga ahli, asisten anggota dan Sekretariat Fraksi di Gedung DPR ...