Home / Sumsel / Dinsos Sumsel Berupaya Lanjutkan Program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni

Dinsos Sumsel Berupaya Lanjutkan Program Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni

Palembang, BP

Dinas Sosial (Dinsos) Sumatera Selatan berupaya melanjutkan program rehabilitasi atau perbaikan rumah tidak layak huni milik masyarakat miskin di provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta juta jiwa itu dalam tahun 2014.

“Untuk melanjutkan program tersebut kami sedang melakukan pendataan masyarakat miskin yang pantas mendapatkan bantuan perbaikan rumah,” kata Kepala Dinas Sosial Sumatera Selatn Apriyadi di Palembang, Senin.

Menurut dia, kini cukup banyak masyarakat miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni, guna membantu mereka akan dilakukan secara bertahap karena tidak mungkin dilakukan secara serentak, mengingat terbatasnya anggaran yang tersedia.

Dalam memberikan bantuan perbaikan rumah, petugas yang melakukan pendataan menentukan pilihan dengan skala prioritas, rumah masyarakat miskin yang kondisi paling parah seperti sudah hampir roboh dan atapnya bocor akan menjadi perhatian utama, katanya.

Dia menjelaskan, masyarakat yang dibantu perbaikan rumahnya itu, sebelumnya dilakukan peninjauan lapangan oleh tim khusus Dinas Sosial kabupaten dan kota setempat.

Setelah dinilai kondisi rumah dan ekonomi masyarakat benar-benar tidak mampu memperbaiki rumahnya yang sangat tidak layak huni, tim melakukan koordinasi dengan pemilik rumah untuk memberikan bantuan dan membicarakan teknis perbaikan rumah mereka.

Perbaikan rumah tidak layak huni itu dilakukan dengan cara bergotong royong melibatkan pemilik rumah, masyarakat setempat dan relawan taruna siaga bencana (Tagana).

Dana yang disediakan untuk merehabilitasi setiap unit rumah tidak layak huni itu dianggarkan sekitar Rp10 juta yang sebagian besar dialokasikan untuk membeli bahan bangunan seperti kayu, paku dan seng, kata Apriyadi.

x

Jangan Lewatkan

Anggarkan Rp2,69 Miliar Dukung UMKM Sumsel

Palembang, BP–Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menganggarkan dana sebesar Rp2,69 miliar di 2017. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan daya saing para pelaku ...