PLTMH Rugikan PLN

Muaradua, BP

Pembelian daya listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Ulu Danau tampaknya merugikan Perusahaan Listrik Nasional (PLN) ranting Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).

Bagaimana tidak, proyek PLTMH yang bekerja sama dengan Koperasi Alhanan, setiap bulan membuat perusahaan berplat merah tersebut harus menanggung kerugian biaya
operasional hingga Rp20 juta per bulan.
Manajer PLN Muaradua Iliyas kepada wartawan, Kamis (26/4), mengatakan, selama ini pihaknya harus membeli daya melalui Koperasi Alhanan sebagai pengelola.

Tak hanya itu, menurut dia, PLN kembali mengeluarkan uang untuk menyalurkan daya yang sudah dibeli ke masyarakat Desa Ulu Danau, Pematang Danau, dan Muara Sindang, Kecamatan Sindang Danau.
“Dari kerja sama ini, setiap bulan PLN selalu minus. Sebab biaya yang dikeluarkan membeli daya tidak sebanding dengan pemasukan. beli daya
habiskan anggaran Rp42 juta, sementara pemasukan pelanggan hanya 20 juta tiap bulan,” terangnya.

Diakui Iliyas antara PLN dan Koperasi Alhanan sudah terlibat kerja sama sejak 2007 dan kondisi yang sama pun sudah terjadi sejak awal dimulainya kerja sama.
“Yang perlu diingat PLN bukan semata-mata punya misi bisnis, tapi di sisi lain PLN juga punya misi pelayanan publik. Nah inilah yang harus diketahui, apalagi PLN dalam hal ini masih disubsidi dari pemerintah,” cetusnya.

Menurutnya sesuai laporan dari pengelola Koperasi Alhanan, PLTMH Ulu Danau memiliki kapasitas 250 kilo volt amper. Dengan jumlah pelanggan sebanyak 510 orang mencakup tiga desa.

“Kita tidak ada kewenangan menekan biaya pembayaran rekening dari masyarakat lebih besar lagi. sebab itu sudah menjadi ketetapan pemerintah. Kalaupun dilakukan kenaikkan biaya tagihan listrik itu berarti menyalahi tarif dasar listrik,” ucap dia. /ady