Pemprov Hitung Dana Pembebasan Lahan, Untuk Bangun ‘Underpass’ dan ‘Flyover’

Palembang, BP

Anggaran untuk pembangunan jembatan layang (flyover) Jakabaring dan underpass simpang Patal baru akan ajukan 2013 mendatang. Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sudah mulai menghitung anggaran biaya pembebasan lahan serta pemindahan utilitas di dua lokasi itu.

Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel, Yudha Rinaldi, Kamis (26/4), mengatakan, saat ini Dinas PU Bina Marga Sumsel tengah menghitung biaya pembebasan lahan di kedua lokasi pembangunan. Berapa besarannya anggaran masih belum bisa dipastikan. Pasalnya Tim IX tengah negosiasi dengan Pemerintah Kota Palembang untuk bersama-sama menanggung anggaran tersebut.

“Sampai saat ini kita belum tahu perkiraan anggarannya, tapi dipastikan cukup besar. Namun, untuk memperlancar pembangunan flyover dan underpass nanti lokasi pengerjaan harus sudah dibebaskan dari pemukiman warga dan utilitas di atasnya,” kata Yudha.

Yudha menjelaskan, seperti diketahui, pekerjaan pemindahan utilitas seperti kabel serat optik, pipa PDAM, tiang listrik, kabel telepon, dan lainnya, bukan perkara mudah. Dibutuhkan waktu dan biaya yang cukup tinggi. Namun, khusus untuk utilitas, pemerintah membebankan kepada perusahaan pemilik agar segera melakukan pemindahan.

“Jika pada saat pengerjaan utilitas tidak juga dipindahkan, maka perusahaan tersebut harus menanggung akibatnya sendiri,” kata dia.

Lebih lanjut Yudha mengatakan, untuk pembangunan underpass simpang Patal, anggarannya dimintakan kepada pemerintah pusat melalui pengajuan ke APBN 2013. Sedangkan untuk anggaran flyover simpang Jakabaring akan diajukan dalam APBD Provinsi Sumsel.

“Berdasarkan hasil rapat kami dengan PU Bina Marga dan Balai Besar Jalan dan Jembatan, anggaran yang dibutuhkan untuk underpass Rp130 miliar, sedangkan flyover Rp100 miliar. Namun, anggaran itu baru sekadar perkiraan semata bukan angka pasti,” katanya. O osk