Pascadidemo Pegawai Latifah Belum ‘Ngantor’

Palembang, BP

Sejak didemo oleh ratusan pegawai tiga hari lalu, Plt Direktur RS Ernaldi Bahar (Erba), Dr Latifah, belum datang ke kantor. Sementara pelayanan kesehatan kepada pasien yang berobat, tetap berjalan lancar.

Pantauan di ruang instalasi rawat inap, Kamis (26/4), begitu riuh.  Suara dari mikrophone yang memanggil pasien berdasarkan nomor urut, terdengar menggema. Pasien antre duduk di kursi ruang tunggu. Suasananya sama seperti pelayanan kesehatan di rumah sakit umum lainnya.

RS Erba yang memiliki tiga gedung pelayanan, meliputi Poliklinik Umum, Rawat Jalan, dan Unit Gawat Darurat, diserbu pasien yang butuh pelayanan kesehatan.

Sementara Plt Direktur RS Erba, Dr Latifah, saat akan ditemui di ruang kerjanya, menurut Nurul, staf yang bertugas di sana, Latifah masih berdinas di luar dan sudah tiga hari tidak datang ke kantor.

Staf Latifah lainnya, Ida, mengaku tidak mengetahui keberadaan pimpinannya tersebut. “Kami juga tidak tahu beliau kemana sampai sekarang, sejak aksi damai yang dilakukan ratusan karyawan RS Erba, Wakil Plt Direktur RS Erba yang dipegang Rusdi Kawilarang, ibu kan sudah tiga hari tidak masuk. Nah kalau ada apa-apa, larinya ke wakil, Pak Rusdi,” kata dia.

Sedangkan pasien RS Erba menanggapi dingin demo yang dilakukan pihak pegawai ES Erba. “Kalau mereka demo gak apa-apa. Itu kan sah-sah saja untuk menyuarakan pendapat dan keinginan mereka. Tapi yang penting jangan sampai mengganggu pelayanan,” kata salah satu pasien RS Erba, Ansori.

Melihat situasi di RS Erba, Ansori mengaku baru tahu kalau ternyata dokter tak jauh beda dengan kaum buruh yang menginginkan perubahan. “Kalau dokter, mereka demonya soal kepemimpinan direkturnya. Kalau kita biasanya demo nuntut soal kesejahteraan, ya soal gaji. Kalau mereka pemimpin di RS Erba,” katanya.

Mengenai masalah di RS Erba, Sekretaris Dinkes Sumsel, dr Fenti Aprina, MKes mengatakan kalau RS Erba bukan di bawah kendali Dinkes Sumsel. “Dia langsung ke gubernur,” katanya.

Sebelum pegawai RS Erba menggelar aksi damai di Pemprov Sumsel, surat kaleng mengenai mosi tidak percaya kepada Plt Direktur Rumah Sakit Erba, Dr Latifah, SpKJ, MKes sempat menyelonong masuk ke Komisi V DPRD Sumsel.
Ketua Komisi V, M F Ridho, mengatakan, surat tanpa identitas itu, mengadukan kelemahan direktur. “Laporannya tidak ke unsur korupsi tapi hal manajerial, ini perlu kita gali dari pihak terkait,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Ridho menambahkan, Selasa depan pihaknya akan mengundang pihak terkait karena masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan mendengarkan satu pihak. “Ada pihak kurang puas dengan pemimpinnya, pemimpinnya kita undang sehingga obyektivitas jelas, ini perlu dihadirkan pihak terkait, cari solusi dan cari jalan keluar terbaik,” katanya.

Mengenai penggunaan APBD 2012 triwulan pertama di RS Erba, menurut Ridho, normal saja. Artinya sama seperti SKPD lain, kemajuannya masih di bawah 25 persen dan itu dimaklumi karena anggaran baru disahkan Mendagri bulan Februari. “Untuk triwulan kedua serapan APBD 2012 untuk RS Erba diharapkan meningkat,” katanya.

Sedangkan anggaran di APBD 2012 untuk RS Erba sebesar Rp22, 469 miliar untuk belanja tidak langsung dan Rp10, 929 miliar untuk belanja langsung.  /osk