Desa Rambutan Kembali Bergolak

Inderalaya, BP

Desa Sungai Rambutan, UPT I Desa Parit dan Tanjung Pule, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), kembali bergolak.

Ini ditandai dengan berkumpulnya 800 warga transmigrans di UPT II, Desa Sungai Rambutan, UPT I Desa Parit dan Tanjung Pule di Balai Desa UPT II Desa Sungai Rambutan KTM Terpadu, Kecamatan Inderalaya, Kamis (26/4).

Berkumpulnya ratusan warga ini guna merebut lahan usaha mereka yang diduga dicaplok PT Indralaya Agro Lestari (IAL) yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Muaraenim.

Rencananya ratusan warga itu juga akan bergabung dengan warga tujuh  desa di perbatasan Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muaraenim yang juga mempunyai masalah lahan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Kadus I Desa UPT II, Sungai Rambutan, Kimin mengatakan, pertemuan itu semata-semata untuk membahas lahan usaha tranmigrasi seluas 450 hektar yang masih di kuasai PT IAL.

“Kami sudah tidak sabar lagi menunggu
sejak delapan  tahun silam, lahan usaha yang dijanjikan itu belum juga dikembalikan. Padahal segala usaha dan perjuangan warga transmigran
sudah dilakukan,” kata Kimin.
Menurut Kimin, 450 lahan usaha yang seyogianya dipersiapkan untuk warga transmigrasi itu, 300 hektar masih dikuasai PT IAL dan sisanya
150 hektar dijualkan oknum yang notabene preman PT IAL kepada orang tertentu.
Sementara itu, Giarta dan Ibrahim menambahkan selaku warga hanya berharap ketegasan pihak pemerintah setempat untuk memperjuangkan lahan usaha mereka.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten OI H Wilson mengakui, masih ada sekitar 300 KK warga transmigrasi belum mendapatkan lahan usaha.
Sementara lahan usaha 450 hektar yang masih dikuasai pihak lain itu masih dalam proses pengembalian.
Menurutnya, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin sudah melayangkan surat ke Ke Menteri Kehutanan yang meminta agar lahan transmingran di Kabupaten OI dikembalikan oleh PT IAL.
“Kita hanya menunggu, bila surat dari Kementerian Kehutanan itu turun, tim 9 siap melakukan pengukuran lahan dimaksud untuk dikembalikan ke warga transmigran. Kita harap warga bersabar,” ujarnya. Ohen