Sumsel Bikin Peta Lokasi Rawan Konflik

Palembang, BP

Dalam waktu dekat Sumsel akan segera membuat peta lokasi rawan konflik yang terjadi di Sumsel, untuk itu pihaknya telah meminta Dinas Sosial di kabupaten dan kota Sumsel untuk memberikan data lengkap kepada pihak Dinas Sosial Sumsel sebagai bahan pembuat peta konflik tersebut.

Demikian dikemukakan Kadinkesos Sumsel, Drs Afriadi MSi saat membuka bimbingan teknis dan sosialisasi bidang penanggulangan bencana sosial Sumsel di tahun 2012 di Hotel Wisata Palembang, Senin (23/4).

“ Jika peta ini ada , insya allah dari awal kita bisa melakukan deteksi dini jika terjadi konflik dan bisa langsung melakukan pencegahan,” katanya.

Untuk itu Sumsel akan berusaha selalu mengurangi konflik sosial yang diakibatkan ulah manusia atau karena faktor geografis.

Di Sumsel sendiri ada sejumlah daerah yang rawan konflik sosial,  terutama di daerah perbatasan seperti Ogan Ilir dengan OKU, Ogan Ilir dengan Muaraenim, Muba dengan Banyuasin, Muba dengan Mura.

“ Pemicunya karena letak geografis dan sumber daya alam daerah itu,”katanya.

Sumsel sendiri dinilainya sering terjadi konflik sosial yaitu berupa sengketa lahan atau batas wilayah antara kabupaten kota dengan kabupaten kota lalu masyarakat dengan investor. Untuk itu masalah seperti ini harus bisa dicegah agar jangan membesar,” Kita cari simpul dan eliminir masalah yang ada agar jangan membesar,” katanya.

Masalah konflik sosial juga terjadi di kota Palembang hal ini bisa dilihat kemacetan dimana-mana apalagi di daerah Lahat- Muaraenim, Prabumulih- Indralaya hingga Palembang yang bisa menimbulkan masalah konflik sosial kalau tidak ditangani secara benar. Apalagi kemiskinan bisa juga memicu masalah sosial yang ada di Sumsel.

“ Pemerintah pusat saat ini tengah menggodok UU penanganan konflik sosial, ujungnya akan terbit PP dan pemerintah nantinya akan meminta masukan dengan kita,” katanya.

Dengan acara ini dia berharap bisa menjadi acuan di Sumsel termasuk kabupaten dan kota dimana bisa memberikan masukan kepada Kementerian Sosial dalam membuat UU penanganan konplik sosial.

Dan kegiatan ini membuat semua pihak bersiaga dalam menghadapi bencana serta penyuluhan dan penyebaran informasi daerah rawan konplik sosial,” Polisi yang ada di daerah kita masing-masing dapat kita gunakan mencegah konflik sosial di wilayah kita masing-masing.

Panitia pelaksana yang juga Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinkesos Sumsel Drs H Sumarwan MM mengatakan tujuan kegiatan untuk menyamakan persepsi serta arah dan tujuan penanganan bencana sosial yang ada di Sumsel.

“ Kegiatan ini diikuti sekitar 30 orang dari kepala dinas sosial dan kabid bantuan dan jaminan sosial kabupaten dan kota seluruh Sumsel dan acara dilaksanakan selama tanggal 23 April hingga 25 April 2012,”katanya. Sedangkan pemateri di antaranya Direktur PSKB Kementerian Sosial , Drs Sirajudin Sag, dari Pasca Sarjana Unsri, Majelis Ulama Indonesia Sumsel.  /osk