Satlantas Antisipasi Konvoi Kelulusan Pelajar

Palembang, BP

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Lantas Komisaris Gusti Maychabdra L mengatakan 70% anggota Satuan Lalulintas (Satlantas) disiagakan untuk mengantisipasi aksi perayaan kelulusan bagi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang baru menuntaskan ujian nasional (UN) pada 19 April lalu.

Menurut dia, hal ini dilakukan guna mengantisipasi aksi ugal-ugalan mengendarai kendaraan bermotor, sebagai curahan kebahagiaan bagi siswa yang menjalani kelulusan. Pada perayaan kelulusan tahun-tahun sebelumnya, pelajar selalu turun ke jalan dengan mengendarai sepeda motor seenaknya. Bahkan pelanggaran lalulintas pun terjadi, seperti kebut-kebutan, tidak menggunakan atribut seperti helm serta berbonceng tiga.

“Kebiasaan ini dapat mengganggu ketertiban pengguna jalan lainnya dan dapat berdampak bahaya bagi siswa atau masyaralat lain sehingga perlu adanya strategi dari pihak kepolisian dalam mengatasinya. Nanti kita akan prioritaskan personel di lapangan dalam mengantisipasi hal yang tidak di inginkan,” kata Gusti di ruang kerjanya, Rabu (25/4).

Selain menerjunkan anggotanya untuk melakukan pengamanan di jalan-jalan titik keramaian atau yang menjadi pusat perhatian berkumpulnya bagi para siswa atau anak muda, serta jalan protokol, pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan orangtua siswa, agar ikut memberikan pengarahan agar dalam merayakan kelulusan diwanai dengan hal positif, tidak harus turun ke jalan dengan cara berkonvoi.

“Kita tentunya mengoptimalkan anggota untuk berada di lapangan. Jangan sampai, terjadi hal-hal yang tidak didinginkan akibat dari euvoria kelulusan yang dilakukan bagi pelajar itu sendiri. Memang kita sifatnya tidak melarang aksi konvoi, hanya saja kita tekankan agar tetap mematuhi peraturan serta tidak melakukan pencoretan terhadap fasilitas umum,” jelasnya.

Gusti menegaskan aksi konvoi kendaraan untuk merayakan kelulusan diperbolehkan hanya bagi SMA/sederajat. Sementara bagi pelajar SMP, hal itu diharamkan. “Bentuk konvoi perayaan kelulusan hanya bagi pelajar SMA atau sederajat, karena pertimbangan kita mereka sudah dewasa. Sementara bagi pelajar SMP/sederajat, itu kita pastikan melarangnya untuk bekonvoi menggunakan sepeda motor. Kalau kita dapati, maka akan langsung kita tahan dan memanggil orang tua yang bersangkutan,” tukasnya.

Kegiatan seperti konvoi ditambahkanya hanya akan merugikan bagi siswa itu sendiri dan membuat orang tua mereka merasa cemas. Karena terkadang, ulah mereka dalam mengendarai sepeda motor melanggar aturan, dan menyebabkan gangguan lalu lintas bagi pengguna jalan lainnya.

“Apalagi, kecelakaan lalu lintas merupakan mesin pembunuh nomor dua setelah penyakit stroke. Ini tentunya harus diperhatikan lagi, baik guru maupun orang tua semestinya ikut mengawasi anak. Jika perlu perayaan kelulusan cukup dilakukan disekolah saja, ini jauh lebih baik dari harus turun ke jalan dengan resiko yang tinggi,” katanya. /ren