RS Bari Tunggu Klaim Jamsoskes Rp1,8 Miliar

Palembang, BP

Sisa klaim pelaksanaan program Jamsoskes RS Bari tahun 2011 yang belum dibayar sebesar Rp1,8 miliar. Klaim tersebut baru diajukan pihak RS Bari ke Dinas Kesehatan Sumsel.

Demikian disampaikan Direktur RS Bari Hj Malkiani, MM yang ditemui usai rapat dengan Komisi IV DPRD Palembang, Senin (23/4). “Ini bukan nunggak ya, tetapi ada belum diklaim tahun 2011 yang belum dibayar. Tetapi klaimnya sudah kita kirim dan sekarang tinggal tunggu pembayarannya. Jumlahnya sekitar Rp1,8 miliar,” kata Malkiani.

Dijelaskannya, keterlambatan tersebut bukan hanya RS Bari, tetapi ada beberapa kabupaten yang masuk lewat RS Bari seperti dari Kabupaten Ogan Ilir, OKI, Banyuasin, dan lainnya. “Tapi kita yakin dalam waktu dekat akan dibayar dan keterlambatan ini mungkin disebabkan lambannya mengajukan klaim kepada pemerintah,” ujar dia.

Disinggung soal pelayanan, Malkiani mengatakan, kendati masih ada penunggakan, namun pihaknya tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Pelayanan kita tetap sama. Soalnya, RS Bari adalah rumah sakit milik pemerintah, jadi operasionalnya tidak hanya tergantung dari biaya pengobatan saja, tetapi ada subsidi dari Pemerintah Kota Palembang,” katanya.

Menanggapi permasalahan RS Bari tersebut, Ketua Komisi V DPRD Sumsel, MF Ridho didampingi anggota komisi, Nadia Basyir, mengatakan, untuk masalah ini perlu dicari faktor penyebabnya. “Akan kita cek dulu, apa yang menyebabkan keterlambatan tersebut, apa karena keterlambatan pengajuan klaim oleh pihak rumah sakit atau ada masalah lain. Untuk itu Komisi V akan mengoordinasikannya dengan Dinas Kesehatan Provinsi,” ujar Nadia.

Nadia juga meminta agar pihak RS Bari tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, karena dia yakin kalau klaim tersebut akan dibayar oleh Pemprov Sumsel, hanya faktor waktu.
“Kami tidak ingin keterlambatan pengajuan klaim ini, menjadi alasan pihak rumah sakit untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya. /osk