Ratusan Kendaraan Mati KIR

Kayuagung, BP

Ratusan kendaraan angkutan penumpang dan angkutan barang di wilayah yang jangkauannya jauh dari ibukota Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) ternyata tidak melakukan Uji Kelaikan Kendaraan (KIR).

Mereka banyak yang tidak memperpanjang KIR, karena Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) merupakan dari daerah luar Kabupaten OKI, tetapi kebanyakan dari Palembang, Musi Banyuasin (Muba), Muaraenim, Baturaja, dan daerah lainya, baik di wilayah Sumsel atau dari provinsi lainya.

Sekalipun demikian, mereka beroperasi di wilayah Kecamatan Mesuji, Lempuing, Cengal dan Tulung selapan yang wilayahnya sangat jauh dari jangkauan.

Di sisi lain saat mereka akan menguji KIR di unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pengujian KIR Kayuagung tidak bisa melayani, mereka harus uji KIR di daerah asal terbitnya STNK.

M Sukri, dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Kejati Sumsel menyatakan, berdasarkan pantauannya, kendaraan angkutan umum yang mati KIR bayak beroperasi di wilayah Kecamatan Mesuji dan Lempuing.

”Mereka kebanyakan baroperasi wilayah  yang jangkauannya jauh dari ibukota kabupaten,” ujarnya.

Menurut dia, kendaraan tersebut jenis truk, pick up dan angkutan umum yang nomor STNK nya dari luar daerah Kabupaten OKI.

”Jumlah kendaraan yang mati KIR ini  ada ratusan baik kendaraan penumpang maupun kendaraan muatan barang, seri plat kendaraannya banyak dari daerah Palembang, Muba, Lahat, Muaraenim, Baturaja dan daerah lainnya,” ungkapnya.

Menurut para sopir bahwa untuk melakukan uji KIR di OKI tidak bisa, dan harus KIR di tempat asal STNK kendaraan.

“Untuk Uji KIR di asal STNK sangat sulit, karena jauh, dan harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar, mereka beroperasi di daerah terpencil dalam Kabupaten OKI, kadang-kadang ada oknum di UPTD yang bisa melayani uji KIR tetapi minta biaya,” terangnya.

Pemilik kendaraan meminta kebijaksanaan dari Dinas perhubungan Informasi dan Komunikasi (dishubkominfo) OKI  yang tidak menyimpang dan melanggar dari Undang-Undang lalulintas dan angkutan jalan Nomor 22/2009 dan peraturan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo OKI Asnawi P Ratu mengatakan, meski kendaraan luar daerah OKI bisa melakukan uji KIR di UPTD pengujian KIR Kayuagung.

”Kalau mobil luar statusnya numpang uji KIR, itu artinya bisa KIR di OKI,” ujar Asnawi.

Malahan menurut Asnawi pihaknya harus melakukan jemput bola, agar kendaraan angkutan di wilayah terpencil bisa uji KIR demi meningkatkan PAD. /ros