PTK Dongkrak Kualitas Guru

Palembang, BP

Untuk guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Mandrasah Aliyah (MA) kini sudah diwajibkan untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hal ini untuk meningkatkan kualitas dari guru PAI.

Instruktur Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI Ahmad Zainuri,  Rabu (25/4) mengatakan, PTK di setiap pengajaran sangat penting. Pasalnya, PTK bisa meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik. Dimana, guru sendiri bisa mengetahui kelemahan dan keunggulan dari sistem belajar dan materi yang diajarkan kepada siswanya.

“Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada PTK, yaitu menjelaskan rancangan silabus, teknik pengajaran, materi yang diajarkan, aplikasi dan respon dari siswa sendiri,” ujarnya saat menggelar MGMP PAI di ruang kelas MAN 3 Palembang.

Banyak keuntungan PTK yang bisa didapatkan dari guru PAI. Untuk guru PAI yang sudah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), PTK bisa digunakan untuk menunjang kenaikan golongan.

“Kalau untuk guru PAI PNS, untuk naik golongan harus sudah mempunyai laporan PTK. Karena berimbas pada kompetensi dan kualitas dari guru saat mengajar,” lanjutnya.

Sedangkan untuk guru non PNS, PTK dapat diperhitungkan untuk meningkatkan angka kredit atau inpasing guru. Disinggung tentang MGMP PAI, Zainuri yang juga menjadi Kepala MAN 3 Palembang ini mengungkapkan kegiatan ini menjadi suatu evaluasi untuk seluruh guru PAI.

Ada banyak yang dibahas, mulai dari silabus, materi belajar, Rencana Program Pembelajaran (RPP) dan lainnya. Banyak faktor yang mampu meningkatkan kompetensi guru, mulai dari pedegogik, kepribadian yang jujur, teladan, stabil dan dewasa. Selain itu juga dapat menunjukkan etos kerja, menjunjung tinggi profesi guru dan kompetensi sosialnya

“Guru PAI yang ikut mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah se-Palembang. Kegiatan ini dilakukan selama enam hari, mulai dari Senin (23/4) kemarin,” urainya.

Jumlah peserta yang ikut ada sebanyak 160 orang, yang terdiri dari 120 guru PAI SD, 40 guru SMP dan 40 guru SMA. Dari madrasah sendiri 60 guru PAI yang ikut. Sementara itu, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Palembang, Rosidin Ali menuturkan, bahwa dengan adanya kegiatan ini maka ada perhatian khusus dari Pemerintahan Kota (Pemkot) kepada guru agama di Palembang. /cr4