Oknum Guru Setubuhi Siswa Segera Disidang

Palembang, BP 

Berkas perkara dugaan persetubuhan terhadap siswanya sendiri dilakukan tersangka Gandi Woro (45), warga Jalan Batu Jajar, Kecamatan Sako yang merupakan oknum guru SMP swasta di Palembang dinyatakan P21 atau lengkap. Tersangka dalam waktu dekat menjalani persidangan.

Hal tersebut diungkapkan Kasubdin IV Tindak Kekerasan Remaja Anak dan Wanita (Reknata) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan AKBP Zulkarnain saat ditemui di gedung Reknata, Selasa (24/4).
Menurut Zulkarnain kelengkapan berkas perkara tersangka Gandi Woro didasarkan hasil pemeriksaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Palembang.

“Setelah lama dilakukan pemeriksaan hari ini berkas itu dinyatakan lengkap atau P21, tersangka juga saat ini sudah ditahan. Jika tidak ada halangan yang merintangi dalam waktu dekat tersangka segera menjalani persidangan guna mendapatkan kekuatan hukum tetap,” ujar Zulkarnain.

Sesuai tindak kejahatan yang dilakukan tersangka menyetubuhi anak di bawah umur yang merupakan siswanya sendiri pada Desember 2010. Terdakwa dijerat pasal 81 Undang-undang Republik Indonesia No 23/2002 tentang perlidungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Ia pun mengimbau kepada tersangka yang telah mengakui semua perbuatan saat dilakukan pemeriksaan sejak setahun lalu, dapat mengikuti aturan hukum persidangan mendatang. Juga kepada masyarakat yang mengetahui anaknya menjadi korban tindakan asusila, agar segera melapor ke polisi sehingga tidak kehilangan barang bukti.

Sementara tersangka Gandi Woro saat diminta keterangan usai pemeriksaan kemarin enggan berkomentar banyak.

Ia hanya membantah telah melakukan tindakan asusila terhadap siswanya seperti yang dituduhkan tersebut.

“Tidak pernah saya melakukan tindakan bejat itu, itu hanya sekedar tuduhan saja” kata Gandi sembari menuju mobil tahanan.

Diketahui dari hasil pemeriksaan polisi, tindak kejahatan dilakukan tersangka pada Desember 2010.
Tindak kejahatan persetubuhan itu dilakukan dengan terlebih dahulu memanggil korban ke ruang UKS tempat korban sekolah di SMP swasta di Jalan Sukabangun, Kecamatan Sukarami Palembang. Di tempat kejadian korban disetubhi tersangka sebanyak tiga kali, namun korban tidak hamil.

Kemudian korban melapor ke orangtuanya. Tidak terima dengan tindakan asusila dilakukan tersangka, orangtua korban melaporkan tersangka ke polisi.

Polisi pun langsung melakukan pemeriksaan tersangka termasuk fisik korban melalui tenaga kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan tersangka bersalah telah melakukan tindakan asusila terhadap korban. Berkas perkara tersangka kemarin juga sudah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum. /git