Oknum Bendahara Dijebloskan Ke Sel

Sekayu, BP

Bendahara DPC Gerindra Kabupaten Muba, Akmal (58), tersandung hukum dan berurusan dengan polisi.

Akmal dijemput pada Selasa (24/4) sekitar pukul 20.30  oleh petugas kepolisian di rumahnya Kampung Tiga Kecamatan Sekayu. Kasus Akmal ini melengkapi catatan penangkapan terhadap Emil Silfan, anggota DPRD dari Gerindra yang sudah dijebloskaan ke penjara dengan hukuman empat tahun. Meski keduanya diadili dalam kasus berbeda namun keduanya sama-sama tersangkut kasus tindakan korupsi.

Akmal warga Kampung Tiga Kecamatan Sekayu menjalani pemeriksaan unit Tipikor Polres Muba, karena diduga melakukan tindak pidana korupsi pencarian dana untuk partai politik (Parpol) dari Pemkab Muba sebesar Rp69 juta lebih. Sedangkan  Emil Silpan dari Fraksi Gerindra telah divonis empat tahun penjara karena telah terbukti melakukan korupsi saat terpidana menjabat sebagai Kades Pinang Banjar Kecamatan Sungai Lilin.

Kapolres Muba AKBP Toto Wibowo kepada media,  Rabu (25/4) mengatakan, Akmal ditangkap berdasarkan laporan salah satu pengurus DPC Gerindra Muba   sekitar dua bulan lalu. Dalam aduan itu Akmal  diduga telah melakukan tindakan korupsi dana bantuan parpol dari Pemkab Muba sebesar Rp69 juta lebih. Dana tersebut dicairkan sekitar  15 Agustus 2011 lalu oleh Akmal, namun ternyata setelah cair dana tersebut, bukannya disimpan direkening Parpol, melainkan digunakannya untuk kepentingan pribadinya.

“Atas laporan dan pemeriksaan yang kita lakukan , termasuk alat bukti yang kita miliki  juga koordinasi dengan pihak Gerindra, kejaksaan termasuk  tim audit dari BPK, tersangka Akmal dianggap telah memenuhi unsur tindak pidana melakukan korupsi,’’ terang Kapolres.

Terpisah Ketua DPC Gerinda Kabupaten Muba Aidil Fitri SE mengakui, kalau oknum anggotanya yang dipercaya sebagai bendahara DPC Gerindra telah ditangkap karena terkait  kasus dugaan tindakan korupsi ditubuh partainya, yakni menyalahgunakan dana bantuan social (bansos) dari Pemkab Muba untuk parpol Gerindra pada tahun 2011 lalu sebesar Rp 69 juta .

“Benar, kita yang melaporkan oknum Akmal ini ke Polres Muba, karena tidak bisa mempertanggungjawabkan bansos parpol dari Pemkab Muba, yang diduga disalah gunakannya untuk kepentingan pribadi,’ ’papar Aidil Fitri yang juga wakil Ketua DPRD Muba ini. /arf