LJK UN Fotocopy Bisa Di-‘Scanning’

Palembang, BP

Tak perlu cemas jawabannya tak terbaca komputer. Pasalnya, LJK UN masih dapat dipindai (scanningred) dengan menggunakan scan images.

Peserta Ujian Nasional (UN) yang mendapatkan lembar jawaban komputer (LJK) yang fotocopy karena sekolah kekurangan LJK, tak perlu cemas jawabannya tak terbaca komputer. Pasalnya, LJK UN masih dapat dipindai (scanning-red) dengan menggunakan scan images. Jika masih tidak terbaca LJK UN akan disalin ulang.

Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Sumsel Bonny Syafrian mengakui, kekurangan soal dan LJK menjadi kendala disepanjang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini, baik tingkat SMA maupun SMP sederajat yang sekarang ini masih berlangsung. Namun, bisa teratasi dengan di fotocopy.

Bahkan, hingga hari ke tiga pelaksanaan ujian, kekurangan soal dan LJK masih terjadi. Antisipasi yang dilakukan dengan di-fotocopy.  Ia menilai secara umum pelaksanaan ujian di hari ketiga dengan mata pelajaran Matematika berjalan cukup lancar.

Hanya saja ada kekurangan satu lembar soal dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) di SMP Negeri 1 Mesuji namun semua itu dapat diatasi dengan difotocopy dan hasil itu tetap bisa dipindai dengan scan images. Beberapa mesin yang dipakai, memiliki fasilitas tersebut.

Sedangkan mengenai proses scanning LJUN tingkat SMP/Mts/SMPLB yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Bonny yang juga Sekretaris Disdik, menuturkan semua LJUN yang digunakan di hari pertama dan kedua dengan mata pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sudah diterima serta langsung di-labelling dan scanning.

“LJUN hari pertama dan kedua dari semua daerah sudah di terima. Semua yang masuk langsung masuk tahap pelabelan. Kemudian setelah itu masuk ke ruang scanning,” tuturnya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 35 Palembang yang namanya enggan disebut, saat ditemui, Rabu (25/4) menjelaskan setelah pelaksanaan ujian berlangsung tiga hari terakhir tidak ditemukan kendala yang mengganggu jalannya pelaksanaan ujian. Hanya saja dari 255 peserta ujian yang terdaftar, tiga di antaranya tidak hadir tandap keterangan.

“Memang mereka sudah terdaftar sebegai peserta ujian, namun sejak sebelum ujian tidak pernah hadir dan satu dari ketiga siswa tersebut merupakan siswa SMPN 35 Terbuka. Serta untuk pelaksanaan berjalan lancar, baik soal maupun lembar jawaban semuanya cukup dan meskipun dihari ke dua, turun hujan. Namun, ujian tetap dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan,” jelasnya.

Ia mengatakan selama pelaksanaan ujian siswa tidak diperkenankan membawa apapun ke dalam ruang, kecuali alat tulis. Selain pengawas ruangan dan peserta siapapun tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan. Selanjutnya, mengenai pelaksanaan menjadi wewenang dari pengawas ruang di sekolah yang menggunakan 14 lokal tersebut.

“Pihak sekolah hanya menyampaikan tata tertib ke siswa, sesuai dengan POS UN jauh sebelum ujian. Selanjutnya bagaimana dengan pelaksanaan di kelas sudah menjadi wewenang para pengawas ruang,” imbuhnya. /ris