Lansia Geruduk DPRD

Inderalaya, BP

Merasa kurang diperhatikan, puluhan lansia yang tergabung dalam Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kabupaten Ogan Ilir menggeruduk kantor DPRD setempat.

Tujuannya, untuk berkoordinasi bersama pihak dewan terkait soal raperda tentang Lansia yang masuk di program legislasi daerah (Prolegda) OI 2012.

Di depan anggota dewan, Ketua LLI HM Barkat, Rabu (25/4) mengatakan, berbagai langkah yang tengah dan akan dilakukan oleh LLI terkait pemberdayaan lansia di OI, namun masih membutuhkan peran serta Pemkab dalam mewujudkan.

Beberapa kegiatan yang telah diprogramkan, di antaranya pelatihan-pelatihan keterampilan bagi lansia.

“Meskipun sudah dimakan usia, namun kami sebagai lansia juga masih ingin berjuang untuk membangun daerah yang kami cintai ini. Karena itu dengan adanya raperda lansia yang sedang dibahas di DPRD, kami berharap para lansia bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah serta memperoleh hak yang sama dengan warga lainnya,“ ujar Barkat.

Ketua DPRD OI H Iklim Cahya didampingi Anggota DPRD Noviatra  mengatakan, upaya-upaya perhatian dari pemerintah kepada lansia penting untuk dimasyarakatkan.

Sebab, tidak menutup kemungkinan seiring perubahan nilai sosial masyarakat, keberadaan lansia menjadi beban keluarga. Akibatnya, lansia kurang mendapat perhatian dan terkadang kehilangan status.

Disebutkannya, pemerintah akan tetap memperhatikan kehidupan lansia, melalui panti diharapkan para lansia mendapatkan ketrampilan dan penghidupan yang layak.

Ia pun berharap para generasi muda tetap menghormati para orang tua sesuai dengan adat budaya.

Menurutnya, sebagai bentuk kepedulian akan nasib lansia, Pemerintah telah memberikan perhatian dan perlindungan pada lansia, yang diamanatkan secara khusus dalam UU No.13/1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, UU No.40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU No.11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial, dan untuk Kabupaten OI. /hen