Kurir Narkoba Lintas Negara Divonis 12 Tahun

Palembang, BP

Terdakwa Daryono alias Endar (31), warga Jalan Gas Alam Gang Anggrek, RT 4, RW 7 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis Depok, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, divonis majelis hakim selama 12 tahun penjara. Dia tepergok menjadi kurir nakorba dari Malaysia ke Indonesia.

Putusan itu dijatuhkan majelis hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (24/4). Selain itu, terdakwa didenda Rp1 miliar subsidair tiga bulan penjara.

Terdakwa tertangkap petugas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menjadi kurir heroin dari Malasyia ke Indonesia saat tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada 27 Oktober 2011 .

Ketua Majelis Hakim Tamsir mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan tanpa hak melawan hukum, memroduksi, mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan satu bukan tanaman dengan berat lebih dari lima gram.

“Perbuatan terdakwa melanggar pasal 113 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan  melanggar pasal 112 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” kata Tamsir.

Majelis Hakim pun langsung menyarankan kepada terdakwa melakukan upaya hukum banding terhadap vonis yang dijatuhkan. Terdakwa saat itu didampingi Kuasa Hukum Bustanul Fahmi dari Pos Bantuan Hukum Pengadilan Negeri Palembang menyatakan pikir-pikir dahulu.

Majelis Hakim pun memberikan batas waktu  selama tujuh hari kepada terdakwa melakukan upaya hukum banding, sembari menutup persidangan.

Dalam surat dakwaan terungkap, kasus peredaran narkoba antarnegara dilakukan terdakwa terungkap pada 27 Oktober 2011, saat saksi Ismadi dari Bea Cukai yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan di terminal kedatangan Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang.

Saat itu Ismadi mengawasi para penumpang yang turun dari pesawat Air Asia AK 492 dari Malaysia sekitar pukul 13.00.

Ismadi melihat terdakwa membawa tas kecil warna hitam merek disandang dan sebuah tas koper dijinjing dengan gerak-gerik mencurigakan, turun dari pesawat  dan kemudian masuk ke terminal kedatangan.

Kecurigaan muncul saat masuk terminal kedatangan terdakwa berjalan berbeda dengan penumpang lainnya karena menahan sakit di perutnya.

Ketika seluruh penumpang termasuk terdakwa melewati pemeriksaan  sinar x  terdeteksi di dalam tas kecil yang dibawa terdakwa terdapat pil kecil, seketika terdakwa langsung dihentikan petugas kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan terdakwa.

Saat dilakukan pemeriksaan petugas mendapatkan dua  butir kaplet Dulcolax isi 16 butir, satu kaplet Novomin Xepa SP Demenhydrinate 50 mg isi empat butir, empat  dollar Hongkong, satu sachet Rexona Men Deo-lotion 10 gram dan satu ‘pack earphone’.

Petugas pun curiga dengan keberadaan barang temuan itu, seperti Dulcolax biasanya digunakan sebagai obat pencuci perut dan Novomin adalah obat untuk penahan mual yang sering digunakan oleh  kurir narkoba dari luar negeri guna mengeluarkan barang selundupan narkoba yang disimpan di dalam tubuh.

Atas kecurigaan itu juga petugas langsung mengamankan terdakwa dan membawa terdakwa ke toilet bandara guna mengeluarkan barang haram dicurigai berada di dalam perut.

Setelah dilakukan pemeriksan di toilet dari anus terdakwa keluar 11 kapsul yang dibungkus alumunium foil di balut plastik lunak. Setelah diperiksa isinya berupa serbuk putih kecoklatan yang mengandung heroin, lalu terdakwa dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Terdakwa mengakui barang haram itu didapat dari Abdul warga Malaysia yang sekarang dalam pencarian polisi. /git