Kecintaan Bela Negara Semakin Terkikis

Palembang, BP

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo menilai kecintaan kaum muda pada rasa bela negara saat ini semakin terkikis. Untuk itu, Pangdam berharap agar mahasiswa yang terdidik dapat bertindak sebagai motor penggerak kesadaran bela negara.

Pesan itu disampaikan Pangdam saat membuka Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawijaya Sumsel angkatan XXII, di Yonif 200 Rider, Kecamatan Gandus, Senin (23/4). Menurut Pangdam, mahasiswa juga menjadi penggerak wawasan kebangsaan, sebagai kader komponen cadangan, baik di lingkungan pendidikan tinggi maupun di masyarakat.

”Pendidikan itu, bukan dimaksudkan untuk memiliterisasi atau mempersenjatai rakyat secara fisik sebagaimana angkatan bersenjata. Namun, merupakan upaya pemerintah dalam mempersiapkan secara psikis dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, berbangsa, dan bernegara, rela berkorban, yakin akan kebenaran ideologi Pancasila, dan kesadaran untuk mempertahankan kelangsungan hidup bela negara,” jelas Pangdam.

Mayjen TNI Nugroho Widyotomo menilai, saat ini kesadaran akan bela negara yang ada pada diri kader-kader bangsa, kian terkikis. Untuk itu, tandasnya, ke depan perlu ada upaya-upaya strategis bagi generasi muda untuk peduli terhadap negara.

“Kalau tidak mempunyai kecintaan pada tanah air, itu tidak ada gunanya. Orang pintar kebanyakan banyak bicara dan ribut akan kepentingan golongan dan individu, kalau boleh saya katakan seperti perwakilan kita di Senayan yang tidak pernah memberikan contoh atau tauladan bagi kader bangsa,” katanya.

Sementara, Kaskonas Indonesia Menwa Mahawijaya, Arwani Deni mengatakan, kegiatan pendidikan pendahuluan bela negara ini, untuk menciptakan kader-kader bangsa di lingkungan pendidikan agar mencintai tanah air.

“Ini sudah menjadi program tahunan, sekaligus ajang rekrutmen anggota. Sebanyak 100 orang dari perguruan tinggi di Sumsel, ada juga dari Bengkulu, yang termasuk wilayah Kodam II/Sriwijaya,” ujarnya.

Pria yang juga anggota DPRD Sumsel ini mengatakan, peserta pelatihan juga diharapkan dapat menjadi bahan bakar untuk bela negara, yang berbasis di kampus dan kemudian diimplementasikan pada masyarakat, kaitannya dalam bela negara.

Sedangkan Komandan Menwa Sumsel, M Iqbal, menambahkan, alumni Menwa Mahawijaya hingga saat ini mencapai 100.000 lebih. “Pendidikan ini lebih kepada menekankan cinta tanah air dan memupuk semangat kedisiplinan dan bela negara,” katanya. /osk