Gubernur Ajak Walikota Atasi Banjir di Palembang

Palembang, BP

Guna mengatasi masalah banjir yang sering melanda Kota Palembang, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengajak Walikota Eddy Santana Putra untuk duduk bareng. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel siap membantu Pemko Palembang mengatasi persoalan ini.

Gubernur Alex Noerdin mengatakan, agar permasalahan banjir di Provinsi Sumsel, khususnya di Kota Palembang, dapat segera diatasi, pihak Pemprov Sumsel dan Pemko Palembang harus duduk satu meja. Sebab, menurut Gubernur, persoalan ini harus diatasi dengan koordinasi antara instansi terkait di Pemprov Sumsel dan Pemko Palembang. Dengan demikian, bisa diketahui akar persoalan sehingga bisa didapat solusi tepat mengatasi masalah tersebut.

“Ya, kita harus duduk satu meja untuk mencari solusi dalam mengatasi banjir ini,” kata Gubernur saat ditemui di Pemprov Sumsel, Selasa (24/4).

Gubernur sendiri berpendapat, terjadinya banjir di Kota Palembang pada saat hujan, disebabkan kurang terencananya masterplan penanganan banjir. Harusnya, sebelum melakukan perencanaan untuk mengatasi banjir, Pemko Palembang sudah memiliki masterplan banjir terlebih dahulu.

“Ya, masterplan banjir itu harus dibikin terlebih dahulu oleh Pemko Palembang. Nah, kalau sudah ada masterplan, baru perencanaannya itu, jadi terpadu, komprehensif, tidak sepotong-sepotong,” ujar Gubernur.

Untuk itu, lanjut Gubernur Alex, Pemprov Sumsel siap membantu Kota Palembang menangani genangan air setiap hujan deras, dengan menyediakan anggaran. Namun, terlebih dahulu pihak Pemko Palembang harus mengirimkan surat permintaan resmi ke Pemprov Sumsel, dikarenakan hal tersebut sesuai dengan administrasi di pemerintahan.

“Kita lebih dari siap membantu pihak Pemko Palembang mengatasi banjir, tapi harus ada surat permintaan resmi,” ujar orang nomor satu di Sumsel ini.

Jika nanti bantuan dari Pemprov Sumsel masih dirasa kurang untuk mengatasi permasalahan banjir, Gubernur mengatakan siap mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah pusat melalui APBN atau pihak ketiga. “Nah, jika masih kurang lagi, kita minta bantuan dari pemerintah pusat atau pihak ketiga,” janji Gubernur.

Seperti diketahui, banjir di Kota Palembang setiap kali turun hujan sudah sangat dikeluhkan masyarakat. Sebab, setiap kali turun hujan sekitar dua jam saja, banjir sudah melanda di mana-mana, terutama jalan-jalan, termasuk jalan protokol. Dampak lanjutannya timbul kemacetan panjang di ruas-ruas jalan.

Sebenarnya, penyebab utama banjir di Kota Pempek ini akibat drainase yang tak memadai serta dangkalnya parit di kota ini. Jika drainase yang ada dilebarkan, maka kemungkinan banjir tidak akan terjadi lagi. /nto