Dua Tersangka Korupsi di Unsri Diperiksa

Palembang, BP

Kasus dugaan korupsi di Unsri terus diusut kejaksaan. Dua tersangka diperiksa dalam kasus pengadaan peralatan dan mebeler itu.

Dua tersangka dugaan korupsi peralatan laboratorium dan mebeler Universitas Sriwijaya (Unsri) 2010 senilai Rp49 miliar, HMY selaku Ketua Pelaksana Pengadaan dan ID selaku Pejabat Pembuat Komitmen bersama empat saksi, Rabu (25/4) diperiksa Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Pemeriksaan tertutup hampir lima jam itu berlangsung di ruang penyidik khusus tindak pidana korupsi  Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

Usai memeriksa para tersangka,  Tim Kejagung Republik Indonesia enggan berkomentar terkait materi pemeriksaan, begitu juga para tersangka.

Tersangka hanya mewakilkan kepada Kuasa Hukum Sidik Latuconsina. “Hanya pemeriksaan biasa, kita juga harus hormati praduga tidak bersalah atas dugaan korupsi yang dituduhkan,” kata Sidik.

Sementara       Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan  Ikeu Bachtiar, saat dimintai keterangan terkait materi pemeriksaan tersangka mengatakan, pemeriksaan para tersangka hanya sebatas pendalaman materi kasus dugaan korupsi yang tengah disidik saat ini.

“Bukan hanya tersangka, pemeriksaan juga dilakukan terhadap saksi terkait persoalan dugaan korupsi peralatan laboratorium dan mebeler Unsri yang dianggarkan dalam APBN 2010 kemarin. Hanya sebatas pendalaman kasus saja, namun tidak tertutup kemungkinan nantinya akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut karena yang diperiksa itu banyak bukan satu atau dua orang,” kata Ikeu Bachtiar.

Ia pun meminta kepada para tersangka dapat berkata jujur dalam pemeriksaan sehingga tidak menghambat proses persidangan dan membuka pintu kebenaran.

Diketahui sebelumnya, proses pemeriksan dugaan korupsi peralatan laboratorium dan mebeler Unsri 2010 senilai Rp49 miliar di lakukan Tim Kejagung Republik Indonesia di  Kejaksaan Tinggi Sumsel telah berlangsung sejak, Senin (23/4).

Sesuai djadwal, proses pemeriksaan semua yang terlibat dalam kasus tersebut akan berlangsung selama empat hari hingga, Jumat (27/4).

Selama tiga hari menjalankan proses pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Tim Kejagung sudah memeriksa tidak kurang dari delapan saksi dari 14 saksi yang akan diperiksa dengan dua tersangka.

Namun  dari pemeriksaan para saksi dan tersangka,  belum juga bisa ditetapkan nilai kerugian negara terkait kasus korupsi yang juga menyeret empat universitas lain yakni Universitas Sultan Agung Tirtayasa Banten, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Malang, dan Universitas Jenderal Soedirman. /git