‘Double Track’ Dorong Produksi Batubara

Palembang, BP

Pembangunan jalur kereta api khusus batubara double track ke Tarahan, Lampung dan ke Dermaga Kertapati yang akan rampung pada tahun 2013 mendatang, dapat membantu target produksi batubara hingga mencapai 10 juta ton per tahun.

General Manager PT BA Unit Dermaga Kertapati, Muzani Wahab, mengatakan, jalur double track tersebut sudah bisa diselesaikan. “Dermaga Kertapati, nantinya ditargetkan bisa mencapai 10 juta ton,” ujar Muzani, belum lama ini.

Dengan begitu, Muzani meyakini, tahun 2015 mendatang bisa memproduksi pembelian batubara hingga 50 juta ton per tahun. Angka itu, jauh meningkat dibanding 2011 yang hanya sekitar 15 juta ton. Sementara pada 2012, targetnya naik 2 juta ton menjadi 17,42 juta ton batubara.

“Sehingga tiga tahun ke depan atau 2015 nanti, target kontribusi unit pertambangan Dermaga Kertapati bisa mencapai 2,7 juta ton lebih atau dapat mengejar target 50 juta ton,” jelasnya.

Menurut dia, jumlah produksi batubara yang dihasilkan tergantung dari kemampuan angkutannya. Semakin baik angkutannya, maka semakin besar jumlah produksi yang dihasilkan. Selain itu juga realisasi pembangunan pelabuhan di Prajen untuk menghubungkan wilayah Sumsel.

”Tentunya harus dibarengi juga dengan peningkatan kinerja, semangat, ikhlas, cerdas, dan tuntas,” katanya.

Sementara Walikota Palembang Eddy Santana Putra berharap, target 50 juta ton pada 2015 mendatang bisa tercapai. Apalagi batubara yang akan lewat Dermaga Kertapati sebanyak 10 juta ton.

PTBA menggunakan jalur kereta api dalam mengangkut batubaranya, namun perusahaan swasta kecil masih menggunakan jalur darat. Untuk itu, Walikota mempersilakan aktivitas pengangkutan batubara asal jangan merugikan orang lain.

”Ketika SEA Games lalu bagus pengaturannya, truk batubara jalan dengan waktu tertentu dan dalam kurun waktu tertentu. Kalau siang, itu jam sibuk aktivitas, jadi jangan siang,” katanya.  /rul