Calo Darah Marak Keluarga Pasien Gusar

Palembang, BP

Walau dilarang, aksi calo darah yang berkeliaran di RSMH masih marak. Kondisi ini membuat gusar keluarga pasien yang terdesak butuh darah dalam waktu cepat.

Kegusaran keluarga pasien RSMH ini, terlontar lewat keluhan yang disampaikan kepada BeritaPagi, Senin (23/4), saat sedang mengurus keperluan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang. Tempat ini seyogyanya merupakan tempat untuk mendapatkan suplai darah bagi pasien yang membutuhkan. Kenyataannya, mendapatkan darah yang dibutuhkan, tak semudah yang diharapkan.

Rusdi (45), salah satu orang yang sempat kalang kabut untuk mendapatkan darah bagi keluarganya yang sedang dirawat di RSMH. Akhirnya, warga Desa Makarti, Kabupaten Banyuasin ini mendapatkan darah yang dibutuhkan setelah mengeluarkan uang tak sedikit.

“Keluarga lah sakit nak ngambek darah lah keno calo pulok sampe-sampe aku tebayar Rp600 ribu baru cepet dapat darahnyo, kalu dak mak itu pacak dapat darah seminggu lagi, sedangkan kito nak butuh darah hari inilah,” tutur Rusdi gusar.

Awan, warga Tulung Selapan, Kabupaten OKI, juga mengutarakan pengalamannya saat mencari darah bagi keluarganya. Dia merasa, banyak sekali calo darah berkeliaran di UTD PMI Palembang yang menawarkan jasa bagi orang-orang yang sedang bingung mencari darah. Repotnya, bila tidak memakai jasa calo ini, sering susah juga mendapatkan darah yang dibutuhkan.

“Banyak nian calo di PMI, kalu kito baru datang depan pagar PMI sudah banyak calo yang deketi, nanyo nak ngambek darah pak, biar pak aku yang urusnyo biar cepet pak, di sini darahnyo terbatas. Bapak bayar tigo ratus be mantap lah di sini, dak usah payah tau darahnyo ado,” kata Awan meniru kata-kata calo kepadanya.

Menanggapi kondisi ini, Kepala UTD PMI Palembang, dr Anton Suwindro, mengatakan, stok darah yang tersedia diyakini mampu memenuhi kebutuhan warga Kota Palembang. Menurut dia, normalnya hanya diperlukan 100 kantong darah setiap hari sedangkan saat ini rata-rata persediaan darah di PMI Palembang mencapai 300 kantong per hari/ “Darah yang tersedia berdasarkan golongan juga mencukupi yaitu A, B, dan O serta AB,” katanya.

Namun dia tak membantah bahwa tidak menutup kemungkinan adanya aksi percaloan yang dilakukan segelintir orang, yang memanfaatkan kesusahan keluarga pasien yang belum pernah mengurus pengambilan darah di UTD ini.

“Diharapkan bagi keluarga pasien yang ingin mengambil darah di PMI, yang menemukan adanya tindakan percaloan, segera melapor ke satpam atau langsung melapor ke pihak berwajib, atau langsung temui saya,” saran Anton. O cr2