146 Ekstasi Impor Malaysia Disita

Palembang, BP

Sedikitnya 146 butir pil ekstasi disita dari seorang wanita. Barang haram itu merupakan impor dari Malaysia.

Eva (24),  warga Jalan Rajawali Blok D No 2, RT 19 RW 8 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang dipimpin Kanit I Iptu Riska.

Tersangka diciduk sebagai jaringan peredaran narkoba jenis ekstasi berlogo nike warna ungu yang diimpor dari Malaysia, sebanyak 146 butir, Minggu (22/4) pukul 16.30.

Tetapi tersangka menyangkal, jika barang bukti yang didapati di meja rias rumahnya itu merupakan miliknya. Menurut ibu satu anak ini, dirinya hanya dititipi rekannya Ml (buron). Petugas menangkap dirinya setelah menerima titipan barang haram itu saat tengah bersolek.

“Saya hanya dititipi oleh Ml, katanya malamnya akan segera diambil karena ada yang sudah memesan. Saya tiak tahu juga, kalau polisi ternyata sudah mengetahui hal itu. Dia memang ada menjanjikan imbalan jika barang itu sudah terjual,” jelasnya

Di tempat terpisah, petugas juga menciduk M Ridwan alias Rudi (39), warga Jalan KH Azhari, Lorong Jambi RT 09 RW 03 Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II. Buruh ini terbukti menjadi pengedar narkoba jenis ganja, shabu-shabu dan ekstasi, Senin (23/4) sekitar pukul 16.00.

Tersangka ditangkap petugas Satuan Narkoba pimpinan Kanit II Ipda Syamsul Rizal, saat mengemas narkoba jenis shabu di rumahnya bersama barang bukti (BB) berada di tangannya yaitu enam paket kecil shabu-shabu, satu amp berisi ganja dan sembilan butir ekstasi.

“Saya terpaksa melakukan ini, karena saya mempunyai tanggungan anak dan istri sementara bekerja serabutan hasil yang saya peroleh setiap hari tidak menentu. Apalagi anak sudah sekolah, kebutuhan makin banyak. Tapi saya hanya menjualkan saja, barang itu milik Uj (buron).  Saya hanya mendapat persenan saja dari yang terjual,”akunya.

Dikatakannya, dari hasil penjualan narkoba untuk jenis shabu, dirinya mendapat Rp200.000-Rp300.000 setiap kali transaksi. Untuk ekstasi tersangka mengaku mendapat keuntungan Rp10.000 setiap butirnya. Adapun ganja, tidak selalu untuk dijual, melainkan juga dipakai sendiri jika keuntungan didapatnya.

“Sudah lima bulan ini menjual narkoba, keluarga tidak tahu apa yang saya lakukan. Tahunya, kebutuhan mereka dapat saya penuhi meski dari hasil menjual narkoba. Bisanya kerja sebagai buruh, itu juga tidak selalu ada yang ngajak,” ujar dia.

Kapolresta Palembang Komisaris Besar Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reserse Narkoba Komisaris Polisi Djoko Julianto, mengatakan, pihaknya sudah lama menjadikan tersangka sebagai target operasi (TO). Namun, setelah diselidiki tersangka yang terbilang pemain lama dan cukup licin  ini bisa ditangkap.

“Tersangka Eva, kita ringkus tiga hari lalu. Karena kita masih melakukan pengejaran terhadap rekannya, namun hingga saat ini belum teridentifikasi. Dari tangannya anggota kita berhasil mengamankan 146 butir ekstasi senilai Rp43,8 juta. ekstasi jenis ini merupakan tergolong nomor satu yang dipasok dari Malaysia,” ungkap Djoko.

Adapun untuk tersangka Rudi, dilihat dari barang bukti yang didapatnya disinyalir pengedar kecil atau kaki tangan dari seorang bandar di Palembang. Tersangka dijerat dengan Pasal 112 junto Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.  /ren