Tutup Tambang Galian C!

Muaraenim, BP

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muaraenim bersama empat instansi terkait sepakat untuk menutup tambang  batu kali galian C milik PT Baniah Rahmat Utama (BRU) lantaran tak memiliki izin.

Sebagaimana diketahui, tambang galian C ini beroperasi di aliran Sungai Enim Desa Padu Raksa, Kecamatan Tanjung Agung.

Kesepakatan itu terungkap dalam rapat kordinasi antara Komisi I DPRD Muaraenim, Dinas Pertambangan dan Energi, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Izin Terpadu dan Satpol PP. Rapat tertutup itu dipimpin Ketua Komisi I Darmadi Suhaimi, Selasa (24/4).

”Rapat kordinasi hari ini menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan warga dari empat  desa di Kecamatan Tanjung Agung yang mempersoalkan keberadaan penambangan galian C itu. Rapat hari ini menyatukan bahasa menyikapi pengaduan warga tersebut  menyepakati untuk menutup kegiatan penambangan galian C PT BRU,” jelas Darmadi didampingi anggota dewan lainnya di antaranya Dwi Windarti dan Indra Gunawan.

Menurut dia, kegiatan penambangan yang dilakukan perusahaan tersebut telah melanggar UU No 23/1999 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah (Perda) No 6/2004 tentang kawasan wisata arung jeram.

Dijelaskannya, dalam UU Lingkungan Hidup menyebutkan pelaku kegiatan usaha penambangan tanpa izin dapat dikenakan sanksi pidana dengan ancaman hukuman minimal satu tahun dan maksimal tiga tahun penjara.

”UU Lingkungan Hidup dan Perda tersebut yang sebagai dasar kita untuk menutup kegiatan penambangan itu. Penyetopan kegiatan penambangan itu masih akan kita kordinasikan dengan Satpol PP dan instansi terkait lainnya,” jelas Darmadi.

Kepala Satpol PP Pemkab Muaraenim Riswandar mengatakan, penutupan tambang galian C tersebut akan dilakukan setelah ada surat rekomendasi dari pimpinan dewan. /nur