Siswa Terpaksa UN di Penjara

Lubuklinggau, BP

       Seorang siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta berinisial ZM terpaksa mengikuti ujian nasional (UN) di Mapolres Kota Lubuklinggau lantaran terlibat kasus pencurian.

Pelaksanaan UN berlangsung di ruang Kasat Intel dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian, Dinas Pendidikan, dan pengawas UN.

Kapolres Kota Lubuklinggau AKBP Chaidir melalui Kasat Intel AKP Yulianto, Senin (23/4), mengatakan, siswa SMP tersebut bernama ZM itu tersangkut kasus 363 KUHP.

Saat mengerjakan soal Bahasa Indonesia, ZM menggunakan pakaian seragam SMP dengan mendapatkan pengawasan ketat.

“Tadi ada bapak Musthofa Yusuf utusan dari Disdik, ibu Dian Ika dari SMP bersangkutan dan bapak Ifnaldi Hasan  pengawas dari SMP 1,” katanya.

Terpisah, Kadisdik Kota Lubuklinggau, Agusni Effendi mengatakan, pelaksanaan UN tingkat SMP dan MTS sederajat tahun ini diikuti 3.806 peserta.

Di Kota Pagaralam,     34 peserta UN tingkat SMP sederajat tidak hadir pada UN hari pertama. Berdasarkan keterangan dari pihak sekolah,  umumnya peserta yang tidak hadir tanpa ada keterangan jelas. Ironisnya satu diantaranya tidak bisa mengikuti UN lantaran sudah menikah.

Plt Kadisdikpora H Hajarudin Yamin didaimpingi Kabid Persekolahan Parliansyah melalui Kasi Kurikulum Jemiyo mengatakan, dari 2.083 peserta tersebar di tiga sub rayon, tercatat 34 peserta tidak hadir.

Masih adanya peserta yang tidak hadir saat UN ini, pihak Disdikpora meminta kepada pihak sekolah agar melakukan cross cek ke lapangan. Dalam hal ini mendatangi ke rumah pelajar yang bersangkutan.

Sementara itu, kakak kandung Susno Duaji yang menjabat sebagai Wakil Bupati Lahat Sukadi Duaji memantau pelaksanaan UN.

Ditemani sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Lahat, Sukadi menyempatkan diri bertatap muka langsung dengan para peserta UN.

Di Kota Prabumulih sedikitnya 2.853 siswa SMPN dan MTs mengikuti hari pertama pelaksanaan UN serentak.   Dari ribuan siswa itu, 38 orang di antaranya tidak hadir.

“Sebelum mereka mengundurkan diri. Nama mereka didaftarkan oleh sekolahnya karenanya nama mereka telah terdaftar sebagai peserta UN,” ujar Kadisdik Kota Prabumulih HM Rasyid. /kur/dar/tom/nov