Rentenir Merajalela, Rontokkan Usaha Kecil

Martapura, BP

Pemkab OKUT yang katanya fokus terhadap UKM, hanya retorika. Buktinya, rentenir kian merajalela.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM)  di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) rontok dan sebagian megap-megap karena terkendala permodalan.

Di pasar-pasar tradisional seperti di Martapura dan Belitang yang menjadi sentra usaha kecil tersebut, ternyata permodalan dikuasai oleh rentenir atau lintah darat.

Sementara koperasi dan perbankan enggan bermain di wilayah tersebut. Disamping itu, usaha kecil yang didominasi oleh masyarakat yang berpendidikan rendah, juga enggan berurusan dengan administrasi perbankan.

Salah satu pengusaha tahu asal Belitang, Ribut, Senin (23/4), mengatakan, banyak rekannya yang harus gulung tikar karena meminjam uang di rentenir.

Meskin uang yang dipinjam hanya ratusan ribu, namun karena bunga uang tersebut juga berbunga, pinjaman mereka menjadi jutaan rupiah.

“Kalau tidak hati-hati dan kuat iman, para rentenir menawarkanm pinjaman kepada kita. Mereka menjanjikan kemudahan, yang ujung-ujungnya menjebak kita untuk terus berutang kepada mereka,” ucap dia.

Menurutnya bermacam-macam modus dalam peminjaman uang yang dilakukan oleh rentenir. Ada yang menggunakan modus koperasi ada pula yang menggunakan nama perseorangan.

“Bunganya lebih dari bank. Yang paling menakutkan adalah modus peminjaman yang ujung-ujungnya bunganya berbunga. Kalau tidak hati-hati harta kita habis oleh mereka. Biasanya mereka meminjamkan uang dengan perjanjian tertulis yang tidak kita sadari di dalamnya ada perjanjian bunga-berbunga,” ungkapnya.

Maraknya peminjaman lintah darat yang dilakukan oknum tertentu di OKUT tersebut juga dikeluhkan oleh Harja (43), warga Madang Suku I.

Para rentenir tersebut umumnya aktif mendatangi orang-orang yang terdesak oleh kebutuhan.

Dengan pinjaman beberapa ratus ribu maupun  beberapa juta saja, mereka bisa mencekik sampai menghabiskan harta peminjam.

“Mereka menggertak dan menakuti kalau menagih. Mereka juga menjebak orang-orang yang pengetahuan atau pendidikannya rendah,” katanya.

Saat ditanya mengapa masalah tersebut tidak dilaporkan kepada pihak yang berwajib, menurutnya para peminjam yang umumnya orang kecil dan berpendidikan rendah sangat takut bila berurusan dengan pihak berwenang.

“Seharusnya da kontrol terhadap para lintah darat. Mereka sangat merugikan rakyat kecil,” ujarnya. /mas