Ratusan Guru Ngadu Ke Bupati

Kayuagung, BP

Ratusan guru honorer yang bertugas di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendatang kantor bupati setempat, Selasa (24/4).

Mereka umumnya telah mengabdi selama belasan tahun ini mempertanyakan kejelasan status dan menginginkan untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Informasi dihimpun, ratusan guru honorer ini mendatangi kantor bupati dengan menggunakan puluhan unit sepeda motor.

Mereka ditemui Kasat Pol PP Pemkab OKI Pratama Suryadi SP dan berdialog mengenai tujuan dan maksud kedatangan mereka.

Karena alasan mereka mempertanyakan status dan menginginkan untuk diangkat sebagai CPNS, maka rombongan ini diarahkan untuk bertemu dengan asisten IV Sekda OKI Athosi Ali Umar di ruang kerjanya.

Salah satu guru honorer, Nur Aini mengatakan, dia dan rekan-rekannya merasa tidak puas dengan hasil verifikasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Sebab, kebanyakan yang lulus verifikasi masa tugasnya jauh di bawah mereka.

“Kami hanya ingin memperjuangkan nasib kami, sebab rata-rata semua yang datang ke kantor bupati telah mengabdi selama belasan tahun, saya sendiri sudah 17 tahun mengabdi di salah satu sekolah di Kecamatan Tulung Selapan,” bebernya.

Dikatakannya,  dia sengaja datang dari Tulung Selapan ke kantor Pemkab OKI di Kayuagung hanya untuk memperjuangkan nasibnya.

Sebab jika memang verifikasi yang dilakukan BKN pusat sesuai dengan peraturan, maka tidak mungkin tenaga honorer yang sudah mengabdi belasan tahun tidak menjadi prioritas.

Sementara itu, Asisten IV Setda OKI Athosi Ali Umar mengatakan, pemerintah daerah akan menampung semua keluhan dari tenaga honorer.

Namun pihaknya belum bisa memberikan keputusan, sebab penentuan verifikasi dilakukan oleh BKN pusat.

”Keluhan yang masuk kami tampung dan selanjutnya bersama pihak BKD akan dibahas,” singkatnya.

Terpisah,  Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) OKI, Maulan Aklil mengaku,  belum mengetahui adanya kedatangan ratusan guru honorer ke kantor bupati OKI.

Namun, pihaknya berupaya keras memperjuangkan nasib 285 tenaga honorer kategori I yang sebelumnya telah dibawa ke BKN pusat. /ros