Proyek di OKI Terindikasi Korupsi

Palembang, BP

Proyek rehab Jembatan Sungai Baung di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tahun 2011, terindikasi korupsi. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel didesak mengusut tuntas indikasi tersebut.

Desakan disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serikat Masyarakat Sumatera Selatan, dalam aksi demo yang melibatkan sekitar 100 massa, di halaman Kejati Sumsel, Senin (23/4).

Koordinator Aksi, Des Lefri, ditemui dalam aksi, mengatakan, adanya indikasi korupsi rehab Jembatan Sungai Baung, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI yang didanai APBD Kabupaten OKI 2011 dengan alokasi anggaran mencapai Rp24 miliar, diketahui dari hasil survei langsung ke lokasi jembatan.

“Dalam alokasi anggaran Rp24 miliar itu sesuai peruntukan digunakan untuk rehab jembatan dari rangka besi menjadi rangka baja yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Kabupaten OKI,” ujar Des.

Namun, kenyataannya berdasarkan hasil survei langsung ke lokasi jembatan, kata Des, tidak ada perubahan rangka jembatan. Jembatan masih terpasang dengan rangka besi.

“Memang ada sedikit perbaikan, termasuk pengecatan, tapi pastinya bukan fokus inti sesuai rencana alokasi anggaran melakukan perbaikan rangka jembatan dari jembatan besi ke rangka baja,” kata Des.

Ia pun sudah berusaha mempertanyakan indikasi korupsi rehab jembatan dibangun pada 2007–2009 mengunakan APBD senilai Rp50 miliar itu, langsung ke Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten OKI. Tetapi tidak menemukan jawaban, malah Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten OKI terkesan saling lempar tanggung jawab.

Guna menemukan kebenaran indikasi korupsi itulah, ungkap Des, LSM Serikat Masyarakat Sumsel melaporkan kasus tersebut ke Kejati Sumsel dengan tembusan langsung ke Jaksa Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.

“Kami minta Kejati Sumsel segera menindaklanjuti laporan ini dengan segera menetapkan tersangkanya. Sebab jika tidak segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat akan berlangsung demo dengan massa lebih banyak lagi,” tukas Des.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum dan Humas Kejati Sumsel, Ikeu Bahtiar, yang menyambut langsung para pengunjuk rasa, mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti dugaan korupsi rehab Jembatan Sungai Baung, Kabupaten OKI yang disampaikan para pengunjuk rasa.

“Terima kasih, ini masukan bagi kita, dalam waktu dekat akan diturunkan tim melakukan pengusutan,” kata Ikeu singkat.

Usai mendapat sambutan langsung dari Kepala Pusat Penerangan Hukum dan Humas Kejati itu, para demonstran membubarkan diri dengan tertib.

Terpisah, Kepala Dinas PU Bina Marga OKI Ir Syamsul Bahri, ketika hendak dikonfirmasi, telepon genggamnya dalam keadaan tidak aktif. /git/ros