Maknai Perjuangan Lewat Puisi

Palembang, BP

Dalam memaknai hari-hari besar bangsa yang dilakukan mahasiswa selama ini terkadang kurang begitu baik. Penyampaian aspirasi untuk kemajuan juga dapat dilakukan dengan seni, seperti halnya lewat musikalisasi puisi.

Hal itu dikatakan Rektor Universitas Bina Darma (UBD) Bochari Rahman, usai membuka lomba musikalisasi puisi dan membaca puisi tingkat SLTA se-Sumsel, di Aula UBD, Senin (23/4). Perjuangan bangsa untuk saat ini tidak hanya melalui politik, ekonomi apalagi aksi-aksi demo. Tetapi bisa dengan musikalisasi puisi atau membaca puisi seperti yang dilakukan UBD saat ini.

“Dengan adanya acara-acara seperti ini saya rasa sangat baik untuk meningkatkan apresiasi para pelajar dan juga mahasiswa, yang bertujuan membangun karakter bangsa kedepan agar menjadi lebih baik,” katanya.

Selain itu, menurutnya terkadang pemerintah jauh lebih bisa mendengarkan argumentasi yang disampaikan dengan otak yang dingin. Serta, sejauh ini cara-cara mahasiswa dalam memaknai hari-hari perjuangan sudah benar. Tetapi untuk aksi-aksi anarkis yang dapat merusak tentu tetap tidak dibenarkan.

“Ada hal-hal yang saya tidak setuju, kalau memaknai perjuangan dilakukan dengan cara anarkis dan kurang sopan. Maka dengan adanya kegiatan positif seperti ini cara perjuangannya tidak akan menjadi seperti itu. Serta, bisa menjadi dasar bagi mereka untuk membentuk jiwa yang halus dan menyejukkan,” harapnya.

Sementara itu, Mirawati, Ketua Panitia lomba menuturkan, dalam kegiatan peringatan Hari Kartini yang memperebutkan piala bergilir rektor kedua dengan tema pembentukan karakter generasi muda yang madani melalui peningkatan apresiasi puisi ini diikuti 30 peserta. 24 di antaranya adalah peserta lomba baca puisi dan enam lainnya musikalisasi puisi.

Lomba ini juga diikuti sekolah di luar Palembang yaitu SMAN 6 Prabumulih, SMA PGRI Gelumbang, SMAN 1 Indralaya. Pemegang piala bergilir tahun lalu yakni SMA Sriguna Palembang.

“Dengan kegiatan seperti diharap dapat meningkatkan pemahaman para siswa di Sumsel mengenai makna perjuangan yang dilakukan tokoh emansipasi wanita ini, sehingga menjadi contoh yang bisa mereka terapkan dalam kehidupan,” tutur Mirawati didampingi Ketua umum Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (Himbi) UBD, Sugiarto. /ris