LJK UN Rawan Bolong dan Rusak

Palembang, BP

Tidak adanya cadangan lembar jawaban kerja (LJK) membuat beberapa sekolah merasa kesulitan melaksanakan Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pasalnya, kualitas LJK sangat rawan, jika tak hati-hati saat menghapus jawaban, LJK bisa bolong dan rusak.

Demikian dikatakan Kepala SMP Negeri 4 Palembang, Drs Yazamin Aksara, MM, Senin (23/4). Yazarmin mengatakan, pihaknya bingung apabila terjadi kekurangan atau kerusakan LJK sementara LJK lain sudah digunakan oleh siswa.

“Kami bingung dan kesulitan saja kalau nanti kurang, karena tidak ada LJK cadangan khusus. Terpaksa harus memfotokopi sisa LJK yang ada,” kata dia.

Hal ini terjadi pada salah satu LJK siswa yang mengalami kerusakan karena terlalu kuat menghapus jawaban salah. Sehingga LJK tidak bisa digunakan lagi. Siswa pun tampak gusar dan kebingungan karena LJK-nya rusak.

Melihat kejadian tersebut, pihak sekolah langsung menggandakan LJK sisa dengan cara memfotokopi. Hal ini tanpa mempengaruhi penilaian namun dengan tetap menjalani prosedur yaitu proses pengkopian berkas harus didampingi beberapa pihak seperti pengawas dan pihak kepolisian.

Sementara siswa juga ketakutan jika hasil LJK fotokopian nanti tidak akan terbaca oleh alat scanning LJK. Hal ini membuat siswa enggan menggunakan LJK fotokopian.

“Siswa sudah diberitahukan bahwa LJK fotokopian bisa digunakan dan akan terbaca oleh mesin scanning. Kami juga memberikan imbauan kepada seluruh siswa agar berhati-hati saat mengisi dan menghapus jawaban di LJK,” ujar dia.

Sementara itu, di SMP YSP Pusri Palembang, ada 11 kelas yang digunakan untuk menampung 209 siswanya yang mengikuti UN SMP. Untuk hari pertama, mereka tidak mengalami kekurangan LJK.

“LJK UN yang diberikan cukup untuk siswa kami dan sejauh ini tidak ada kerusakan LJK yang dikeluhkan oleh siswa. Kami juga memberikan arahan kepada siswa bagaimana cara menghapus jawaban dengan benar dan tidak terburu-buru,” ujar Kepala SMP YSP Pusri Palembang, Dra Trisna Sundari.

Trisna mengatakan, pihaknya juga kebingungan bagaimana menggandakan LJK UN kalau semua sudah digunakan. Kemungkinan mereka akan memfotokopi LJK UN tersebut.

“Sistem kode soal UN berbeda dengan Petunjung Operasional (Pos) UN yang diberikan kepada kami. Kalau di Pos UN kemarin, kodenya menggunakan huruf 1–4, sedangkan sekarang kodenya memakai alfabet A-D,” urainya.

Tak hanya itu, pembagian kode soal UN ditetapkan secara acak di setiap baris tempat duduk siswa. Jadi, ada beberapa pengawas kelas UN yang mengalami kesalahan pembagian soal UN, karena, tidak sesuai dengan denah pembagian yang ditentukan.

Kasi Kurikulum dan Pengujian SMP/SMA/SMK Disdikpora Palembang, Drs Nursyamsu Alamsyah, menambahkan, pihak sekolah bisa mengantisipasi kekurangan LJK dengan cara memfotokopi LJK sisa.

“Dalam setiap sekolah, pasti ada satu LJK yang tersisa, tidak mungkin pas. Jadi, mereka bisa langsung mengantisipasi kekurangan LJK dengan cara memfotokopinya,” ujar dia.

Ada persyaratan yang harus dilalui untuk menggandakan LJK UN. Pihak sekolah harus mengoordinasi kepada pihak kepolisian dan membuat berita acara tentang penggandaan LJK UN. Namun, pihak sekolah juga tidak perlu menggandakan LJK UN dengan cara meminta sisa LJK UN kepada sekolah terdekat yang termasuk dalam satu subrayon.

Disinggung tentang penyerahan hasil jawaban LJK siswa, Nursyamsu menjelaskan, pihaknya menunggu sampai pukul 16.00 semua paket LJK UN dari seluruh subrayon. Setelah lengkap, pihaknya langsung mengirimkan seluruh paket LJK UN siswa ke Dinas Pendidikan Sumsel.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Bonny menuturkan, secara umum UN tingkat SMP/sederajat, pada hari pertama, berjalan cukup lancar. Hanya saja terdapat satu laporan kekurangan satu lembar naskah soal yang ada di dalam satu amplop dari Kabupaten Muaraenim. Sehingga, antisipasi yang dilakukan adalah mengambil soal yang tidak terpakai dari ruang terakhir.

“Fotokopi saja tidak apa-apa, ada instruksinya kalau LJK dan soal kurang bisa difotokopi. Soalnya kita tidak ada cadangan, serta wajar saja siswa merasa gugup saat ujian, karena hal ini terkait nilai kelulusannya nanti dan memang cukup mempengaruhi psikologis siswa,” ujar Koyubi, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPN 4 Palembang.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Riza Fahlevi, mengatakan, pelaksanaan UN hari pertama yang diikuti 25.639 siswa di Palembang, memuaskan. UN dilakukan tepat waktu tanpa ada kendala berarti. Dirinya berharap kondisi ini dapat berlangsung hingga pelaksanan UN selesai. /cr4/ris