Kursi Direktur RSU dr HM Rabain Digoyang

Muaraenim, BP

Baru saja diangkat, namun kursi Direktur RSU dr HM Rabain Muaraenim dr Swandi Safitra, SpA, sudah digoyang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Ketidaksetujuan anggota wakil rakyat ini lantaran pengangkatan Swandi Safitra diduga bertentangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI nomor 971/Menkes/Per/XI/2009.

Tak pelak, Komisi I DPRD Muaraenim, dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muaraenim untuk dimintai keterangan seputar pengangkatan direktur tersebut.

”Jika pengangkatan direktur itu bertentangan dengan Permenkes RI maka kita tidak mengakui keberadaannya sebagai direktur. Untuk itu kita akan memanggil Kepala BKD dan Kepala Dinas Kesehatan Muaraenim untuk dimintai penjelasan seputar pengangkatan direktur tersebut,” jelas Ketua Komisi I DPRD Muaraenim Darmadi Suhaimi, Kamis (19/4).

Menurut Darmadi, pengangkatan dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Muaraenim, merupakan hak prerogatif kepala daerah.

Namun dalam pengangkatan tersebut harus mengacu pada aturan yang ada. ”Pengangkatan tersebut tentunya  tetap berpedoman pada mekanisme yang telah ditentukan. Tidak semaunya saja dengan mengesampingkan aturan. Apalagi di negara ini semuanya ada aturannya,” jelas Darmadi.

Sebelumnya,   Sebelumnya, pimpinan DPRD Muaraenim juga meminta pengangkatan direktur tersebut ditinjau kembali.

”Mutasi dan promosi jabatan memang hak prerogatif kepala daerah, namun pengangkatan itu harus disesuaikan dengan prosedur dan ketentuan berlaku,” cetus Ketua DPRD Muaraenim M Thamrin AZ.

Menurutnya, jika pengangkatan direktur tersebut memang melanggar aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan, perlu dilakukan peninjauan ulang.  /nur