Harga Bawang Melambung

Martapura, BP

Sepinya bawang merah dan putih impor dari Thailand, Vietnam, dan China ke Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), membuat harga kedua bumbu masak tersebut melambung.

Bila selama ini harga bawang merah dan bawang putih di pasar-pasar tradisional di Belitang dan Martapura, OKUT hanya berkisar Rp6 ribu sampai Rp7 ribu per kilogram, saat ini mencapai Rp12 ribu per kilogram.

Nanik (32), penjual bawang merah dan putih eceran di Pasar Madang Suku I mengatakan, hasil produksi bawang dari Brebes yang kini membanjiri pasar tradisional.

“Entah mengapa bawang impor tidak lagi ada. Kalau untuk pedagang dampaknya tidak terlalu besar karena selisih keuntungannya  juga tidak banyak menjual bawang impor atau bawang lokal. Namun para pembeli umumnya mengeluh karena kedua bahan paling pokok dalam membuat sayur tersebut harganya naik lebih dari 25 persen,” ucap  Nanik.

Menurut dia, hilangnya bawang impor tersebut terjadi beberapa minggu terakhir. Pasokan dari distributor tidak ada lagi. Menurut mereka impor bawang saat ini sulit dilakukan.

“Mungkin masalah politik atau perlindungan terhadap para petani lokal. Tapi kalau harga bawang lokal terus melambung jelas saja akan malah menyulitkan warga,” jelasnya.

Sementara itu, Karmi (49), ibu rumah tangga asal Belitang mengungkapkan, saat ini mereka kesulitan lantaran harga sembako dan bawang terus mengalami kenaikan.

Kenaikan harga bawang yang merupakan kebutuhan pokok untuk bumbu, jelas saja menurut Karmi, memukul anggaran dapurnya.

“Sekarang apa yang tidak naik. Minyak makan naik, gula naik, dan bumbu dapur juga ikut-ikutan naik. Kalau kami tidak perduli impor atau bukan yang penting kebutuhan pokok tidak mahal. Kebutuhan dapur tercukupi saja sudah syukur. Kebijakan jangan sampai malah menyusahkan warga,” cetusnya. /mas