Bangunan Liar Marak

Muaradua, BP

Ancaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) yang tidak akan menerbitkan surat izin mendirikan bangunan (IMB) bagi warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS), sepertinya tidak dihiraukan masyarakat.

Buktinya, bangunan liar di pingiran sungai dan membahayakan penghuninya, kian marak serta bertambah.

Tak ayal, Wakil Bupati OKUS Herawati berang dan mengancam menertibkan bangunan liar yang melebihi ketentuan garis sempadan sungai minimal 50 meter dari sungai.

“Apabila perlu dituntut karena aturan sudah sangat jelas dan tegas, apabila kedepannya ini masih berlangsung,” ancam Herawati usai Bimbingan Teknik Penanggulangan Bencana, Selasa (24/4).

Dia mengingatkan para camat dan kepala desa  di wilayahnya masing-masing agar melakukan pengawasan secara ketat terkait perkembangan pembangunan tempat tinggal.

Terutama di wilayah yang rawan bencana seperti di sepadan sungai dan di bawah tebing.

“Bangunan yang sejak lama ya sudah mau diapakan, nah jangan sampai ada lagi pembangunan rumah di garis sempadan sungai. Aturan dan sanksi sudah jelas dan tegas,” jelas Herawati.

Menurutnya bangunan tak boleh melampaui 50 meter dari  sungai yang dikategorikan garis  sempadan karena dalam ketentuannya tanah ini dikuasai oleh negara.

Sejauh ini bangunan liar di sepanjang DAS tak memiliki izin, sebab pemerintah sampai kapan pun tak akan pernah diterbitkan IMB.

Selain itu lanjut Herawati guna menghindari terjadinya abrasi atau pun longsor di daerah aliran sungai pihaknya kembali memprogramkan penghijauan dengan penanaman jenis kayu keras. /ady