Tingkat Kelulusan Diharapkan Meningkat

Palembang, BP

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Ade Karyana mengharapkan tingkat kelulusan siswa tahun 2012 ini meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun lebih dari itu, kata Ade, yang terpenting adalah proses peningkatan mutu pendidikan di Sumsel selama satu tahun terakhir ini sehingga dampaknya terhadap tingkat kelulusan.

Tingkat kelulusan siswa peserta Ujian Nasional (UN) 2011 tingkat SMA/ MA/ SMK di Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2011 lalu cukup menggembirakan. Dari 79.910 siswa peserta UN, hanya 73 peserta saja yang belum berhasil lulus dalam UN. Persentase kelulusan siswa seluruh peserta UN tahun 2011 relatif sama dengan tahun 2010 mencapai 99 persen.

Tahun 2011 lalu, untuk kelulusan siswa SMA program IPA angka kelulusan mencapai 99, 95% dengan nilai rata-rata 8,29 dan untuk untuk program IPS sebesar 99,85% dengan nilai rata-rata 7,77. Sementara itu kelulusan untuk siswa MA (Madrasah Aliyah) untuk program IPA dan keagamaan kelulusan mencapai nilai sempurna yakni 100% dengan ratarata 7,96 dan 7,56.

Untuk kelulusan siswa MA program IPS sebesar 99,76% dengan nilai rata-rata 7,62. Untuk SMK tingkat kelulusan juga cukup baik yakni mencapai 99,97% dengan nilai rata-rata 7,89. Peserta yang belum berhasil lulus tersebut 12 siswa peserta dari SMA program IPA dan 44 siswa peserta dari program IPS, 12 siswa peserta dari MA program IPS dan 5 siswa dari SMK.  Dari 73 siswa peserta UN yang tidak lulus, berasal dari 47 siswa dari Kabupaten Empat Lawang, sembilan siswa dari Banyuasin, delapan siswa dari Kota Palembang, dua siswa dari Kota Pagaralam, dua siswa dari Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dan masing-masing satu siswa dari OKU Timur, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir (OI).

Berdasarkan data yang ada di Diknas Sumsel, tahun 2010 lalu diketahui ada beberapa sekolah yang tidak dapat meluluskan satu siswa pun. Hal itu menandakan  bahwa kerja keras sekolah dalam memfasilitasi siswa belajar belum optimal. Namun,  meningkatnya angka tidak lulus pun sangat bermanfaat untuk pendidikan Indonesia ke depan. Dengan banyaknya isu kecurangan dalam pelaksanaan UN, mengemuka juga isu besar di kalangan siswa, UN pasti lulus, karena sekolah akan membantu.

Dari hasil pengumuman UN untuk siswa SMA/ SMK dan MA (Madrasah Aliyah), tercatat 3.024 siswa tidak lulus atau gagal dalam ujian nasional lalu. Dari siswa yang tidak lulus ada empat sekolah di Sumatera Selatan yang siswanya gagal seluruhnya dalam UN mata pelajaran tertentu. Sekolah tersebut adalah SMA Negeri Nibung di Kabupaten Musi Rawas, SMA Negeri 2 Gunung Megang di Kabupaten Muara Enim, SMA Negeri 1 Semendawai Barat di Kabupaten OKU Timur dan SMA Bakti Bangsa di Kabupaten Banyuasin.

Soal sistem penyelenggaraan UN selalu berubah sesuai dengan kebijakan pusat. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional itu, yang tertuang dalam Permendiknas Nomor 75/2009 untuk UN SMA/MA/SMALB/SMK dan SMP/MTs/SMPLB tertanggal 13 Oktober 2009. Menyebutkan UN tahun 2010 ini diselenggarakan dua kali, yakni UN utama dan UN ulangan.

Maret dan Mei UN utama tingkat SMA ditetapkan pada minggu ketiga Maret 2010 dan UN ulangan pada minggu kedua Mei. UN ulangan ini untuk siswa yang tidak lulus UN utama. Jadi, siswa yang tidak lulus pada UN utama masih memperoleh kesempatan untuk ikut seleksi PTN. Penyelenggaraan UN dua kali mirip dengan UN tahun 2004. Namun, UN ulangan waktu itu diselenggarakan pada bulan Agustus setelah PTN menggelar seleksi.                                     Setelah itu aturan berubah jadi UN satu kali sampai tahun 2009 kemarin. Siswa yang tidak lulus mengulang tahun depan atau ikut ujian nasional kesetaraan Paket B dan C sehingga ijazah yang diperoleh pun pendidikan kesetaraan.

Selain itu tidak ada perubahan berarti, seperti standar kelulusan nilai rata-rata 5,00 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK, nilai pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.               Sedangkan tingkat kelulusan siswa tahun 2009 ini, dari total 72.813 peserta UN SMA/MA dan SMK se-Sumsel, sebanyak 1.184 siswa (1,626 persen) tidak lulus alias gagal. Dengan enam mata pelajaran yang diujikan, untuk SMA/MA jurusan IPA, tingkat kelulusannya mencapai 99 persen. Kemudian, SMA/MA program IPS 98,69 persen. Khusus SMK dengan tiga mata pelajaran mencapai 96,87 persen.

Jika dibandingkan dengan tahun 2008, dimana mata pelajaran yang di-UN-kan sama, terjadi penurunan untuk SMA/MA jurusan IPA. Saat itu, SMA/MA jurusan IPA, tingkat kelulusannya 99,36 persen. Sedangkan, SMA/MA program IPS 97,45 persen, dan SMK 96,75 persen.

Pro dan Kontra Ujian Nasional ini masih terus berlangsung seiring dengan kebijakan kenaikan batas kelulusan dari 3,01 pada tahun 2003 menjadi 4,01 pada tahun 2004. Tahun pelajaran 2009/2010 menjadi 5,50, sedangkan tahun pelajaran 2010/2011 tetap 5,50, tetapi menggunakan nilai gabungan, yaitu 60% nilai UN dan 40% lagi nilai US. /nora juwita