Pencari Keadilan Itu Melintas di OKI

Tekad mencari keadilan terus dilakukan Indra Azwan (51) yang anaknya tewas ditabrak oknum polisi pada tahun 1993 silam. Warga Malang, Provinsi Jawa Timur ini kini tiba di OKI dalam perjalanannya menuju Kota Mekkah.

Lelaki 51 tahun itu nekat berjalan kaki dari Malang menuju Mekkah untuk meminta keadilan kepada Allah SWT.  Saat ini ia  sudah melintasi Kabupaten OKI menuju Kota Palembang.

Perjalanan Indra masih panjang. Bentangan pulau Sumatera baru dimasukinya pada bagian Selatan. Artinya, jika mengikuti rute yang dia susun, perjalanannya masih harus melintasi 2 provinsi lagi yakni Jambi dan Riau. Setelah itu menyeberang ke Malaysia melalui Dumai.

Jalan panjang berdebu, panas terik serta hujan tak menyusutkan niat pria paruh baya ini mencari keadilan atas meninggalnya sang anak  Rizki Andika. Andika tewas ditabrak seorang oknum polisi. Namun, pelaku penabrakan tidak pernah tersentuh hukum hingga kini. Itulah yang membuat Indra ngotot mencari keadilan. Terlebih lagi, pertemuannya dengan Presiden SBY beberapa waktu lalu juga tidak membuahkan keadilan bagi Indra.

“Saya sudah tiga kali pulang pergi dengan berjalan kaki dari Malang hingga Istana Negara Jakarta. Namun sampai sekarang tuntutan saya belum ada jawabannya” katanya sambil mengisap sebatang rokok kretek.

Menurut Indra, ia berjanji perjalanan mencari keadilan akan dilanjutkan sampai ke Mekkah. “Anak dan isteri saya mendukung penuh atas aksi saya ini, saya tidak butuh uang dari presiden,” tegasnya.

Diakui Indra, perjalanan menuju Sumatera Selatan tidak mudah, karena dirinya sempat nyasar saat di Kabupaten Lampung.

”Saat akan melanjutkan perjalanan menuju Sumatera Selatan, saya sempat nyasar ke Ketapang, beruntung saat kami istirahat di SPBU, ketika berbincang-bincang dengan warga, ternyata kami bukan berjalan di lintas timur, terpaksa harus balik lagi, hingga sampai di Lempuing, Kabupaten OKI,” terangnya.

Setelah istirahat di SPBU Tebing Suluh, Lempuing, Indra dan temannya Poedji kembali meneruskan perjalannya menuju Kota Palembang.

”Dari Palembang terus ke Jambi dan Riau lalu menyebrang ke Malaysia lewat Dumai. Saya yakin dengan pertolongan Allah, saya akan sampai di Mekkah, kalau memang nanti saya harus tumbang dalam perjalanan, anak dan keluarga saya berjanji akan meneruskan perjalanan saya,” katanya.

Indra bertolak dari Istana Presiden di Jakarta pada 26 Februari lalu.  “Tidak ada lagi tempat saya mengadu di negara ini selain kepada Allah SWT. Alhamdulillah dari 9 provinsi yang harus saya lalui, sekarang tinggal dua provinsi lagi yakni Jambi dan Riau,” tutur ayah empat anak ini.

Satu hal yang menarik dalam perjalanan Indra karena dia selalu menjadikan SPBU sebagai hotel.  ”Hanya SPBU yang saya anggap lokasi yang aman, saya tidak ingin menginjakkan kaki saya untuk istirahat di Kantor Bupati/walikota apalagi di Polres atau Polsek, untuk apa saya ke sana, mereka juga tidak bisa memberikan keadilan pada saya,” tegasnya.

Rona kepedihan terlihat di wajah Indra saat ditanya peristiwa yang dialami anaknya.  Dengan nada pelan, dia bercerita bahwa Rifki Andika menjadi korban tabrak lari oknum polisi. Ia terus berjuang agar orang yang menabrak anaknya, Lettu Pol Joko Sumantri diadili. Namun, upayanya ini tak kunjung membuahkan hasil.

“Pak Indra ingin mengadukan nasibnya dalam mencari keadilan ke Allah SWT. Karena ia merasa merasa sudah tidak ada gunanya mengadukan kepada para pejabat di Indonesia. Termasuk kepada Presiden SBY,” imbuh Poedji.

Menurut Poedji, Presiden SBY pernah menjanjikan akan menindaklanjuti kasus anak Indra. Namun, dua tahun berselang, kabar menggembirakan tak kunjung datang.

”Indra tidak butuh uang, Ia merindukan keadilan. Sayangnya saya tidak bisa menemaninya berjalan sampai ke Mekkah, saya hanya bisa mengantarkannya sampai di Dumai, karena saya tidak punya paspor,” terang Poedji.

Dari kabupaten OKI menuju Palembang, setidaknya Indra butuh waktu satu hari. Namun dia tak perlu khawatir karena disepanjang jalintim sampai jalinsum, ada beberapa SPBU yang bisa disinggahinya untuk beristirahat. /amrina rosyada