IDI Menyongsong BPJS 2014

Palembang, BP

Pada tahun 2014 akan digulirkan jaminan kesehatan pada penduduk Indonesia termasuk masyarakat Sumsel. Oleh sebab itulah, Ikatan Dokter Indonesian (IDI) Cabang Palembang sedang mempersiapkan menyongsong tahun tersebut.

BPJS yang diprogramkan Presiden RI Republik Indonesia, akan diimplimentasikan dan dokter sebagai pelaksana dari kebijakan ini diharapkan memahami hal ini.

“Pasal 28 H, disebutkan bila setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin, termasuk berhak untuk memperoleh pelayanan kesehatan.” jelas Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional RI Dr dr Fachmi Idris, MKes saat Seminar Peran Dokter Layanan Primer Dalam Mendukung BPJS dan Simposium Hepatitis, Sabtu (21/4).

Oleh sebab itulah, lahir UU Nomor 40 tahun 2004, dimana sistem jaminan sosial di bagi menjadi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian.

“Nah, jaminan kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan equitas,” ujar dr Fachmi yang juga menjabat Ketua Purna PB IDI.

Untuk sistem jaminan kesehatan ini, akan dilakukan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).BPJS inilah yang akan mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu pelayanan, sistem pembayaran pelayanan kesehatan, membayar manfaat dan membiayai pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan program, dan membuat atau menghentikan kontrak kerja dengan fasilitas kesehatan.

Ditempat yang sama Ketua IDI Palembang Ketua IDI Palembang dr Abla Ghanie SpTHT dalam sambutannya menyampaikan, dokter sebaiknya memahami akan sistem BPJS yang akan mulai diimplimentasikan pada tahun 2014 mendatang.

Tanpa terkecuali dokter sebaiknya memahami dasar pelayanan BPJS, baik itu dokter keluarga, dokter rumah sakit, dokter klinik dan lain sebagainya.

“BPJS akan dapat menikmati jaminan kesehatan dari pemerintah tahun 2014 mendatang,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Zulkarnain Noerdin melalui Elly Khairunnisa Mkes menambahkan, Sumsel sebenarnya sudah melaksanakan beberapa layanan kesehatan seperti jamsoskes semesta yang merupakan jaminan kesehatan bagi mereka yang tidak terjaring oleh layanan kesehatan lainnya. seperti jamkesmas dan askes.

“Kita sudah melaksanakan jamsoskes semesta dengan sukses dan masyarakat Sumsel yang tidak mampu dapat menikmati hak kesehatannya,” jelasnya.

Penguna jamsoskes ini, untuk di Sumsel mencapai 52 persen dari mereka yang berobat atau lebih kurang 4 juta jiwa.

“Tentunya dengan dilaksanakan sejak tanggal 27 Januari 2009 yang lalu hingga sekarang, sudah banyak sekali masyarakat Sumsel yang terbantu dengan layanan kesehatan gratis dari Sumsel dalam artinya biaya berobat ditanggung pemerintah provinsi,” ungkapnya. /zal