Bravo, SFC Luar Biasa!

Tenggarong, BP

Selain memperkokoh posisi puncak klasemen, Sriwijaya FC mencetak rekor dan prestasi baru. Tak pernah kalah dalam 10 laga terakhir, tiga kali menang beruntun pada laga tandang, dan mampu menjaga gawang tak kebobolan selama 360 menit.

Kemenangan 1-0 atas Mitra Kukar pada lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012, di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Minggu (22/4) malam, memiliki makna ganda bagi Sriwijaya FC. Gol semata-wayang Hilton Moreira, tidak hanya memperkokoh posisi puncak klasemen, tetapi juga melahirkan dua rekor baru.

Dua rekor yang tercipta yakni SFC tidak pernah kalah pada 10 pertandingan terakhir. Ini merupakan prestasi terbaik SFC setelah tahun 2007.

Selain itu, SFC mampu mencatat clean sheet dengan tidak kebobolan selama 360 menit atau setara dengan empat pertandingan. Terakhir kali gawang SFC kemasukkan gol saat menang 4-3 atas Mitra Kukar, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kamis (18/3) lalu.
Bahkan, SFC menjadi satu-satunya tim yang mampu meraih tiga kemenangan tandang secara beruntun. Masing-masing menang tipis 1-0 atas Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, dan Mitra Kukar.
Dengan hasil ini, SFC semakin mempertegas hegomoni sebagai penguasa ISL musim ini. Sriwijaya kini mengoleksi 45 poin dari 20 laga yang dilakoni. Skuad Laskar Wong Kito unggul tiga poin dari sang rival, Persipura Jayapura yang baru mengumpulkan 42 poin. Tapi, Persipura berpeluang menyamai poin SFC andai mampu memenangkan Derby Papua kontra Persiwa Wamena, Selasa (24/4) besok.

Sedangkan kekalahan kemarin membuat Mitra Kukar gagal menembus lima besar dan harus puas berada di peringkat ketujuh dengan nilai 30 dari 19 pertandingan.

“Para pemain saya melakukan hal-hal yang luar biasa musim ini. Kami belum terkalahkan pada sepuluh pertandingan terakhir dan itu catatan yang fantastis. Apalagi, kini kami unggul tiga poin dari Persipura,” ujar pelatih SFC Kas Hartadi usai pertandingan.

Meski tampil mengesankan dan mencatat hasil positif Kas mengaku, gelar juara lebih penting daripada menciptakan rekor tak terkalahkan. “Kami memang tampil bagus dan sangat konsisten di awal putaran kedua dan ini membuat kami bangga. Tapi, mempertahankan raihan ini hanya akan berarti jika kami memenangi sesuatu di akhir musim, yakni menjadi juara ISL” tegas pria asal Solo itu.

”Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain yang telah berjuang sangat luar biasa. Hasilnya hebat. Kami mampu mendulang 9 poin dari tiga laga tandang,” katanya.
Meski menang, Kas tetap memuji permainan Mitra Kukar yang sangat menyulitkan timnya. Namun, secara umum SFC tetap menguasai permainan dan memiliki peluang lebih banyak untuk menciptakan gol ketimbang Mitra Kukar.

“Permainan imbang dan berat, terlebih karena hujan turun menambah berat permainan. Tetapi kita memang lebih banyak mendapatkan peluang dan pertahanan kita cukup kuat. Jamie Coyne dan Thierry beberapa kali menyelamatkan gawang kita. Ini kemenangan tim,” pungkasnya.

Mental Juara

Duel yang mempertemukan Mitra Kukar melawan Sriwijaya FC berlangsung seru dan cukup ketat. Dengan skuad yang mumpuni, kedua tim langsung menunjukkan jati dirinya sebagai tim kuat dengan saling menyerang.

Berkat berbagai upaya, Mitra Kukar yang berstatus tuan rumah lebih dulu dihampiri peluang. Namun, dewi fortuna belum berpihak. Bola sepakan Hamkah Hamzah dari luar kotak penalti pada menit ketujuh masih tipis di sisi kanan gawang SFC.

Meski begitu, tim berjuluk Si Naga Mekes itu tetap tak berhenti. Namun apa mau dikata, sejumlah peluang yang tersaji hanya terbuang sia-sia. Kurang apiknya penyelesaian akhir dan kuatnya pertahanan yang digalang oleh skuad SFC menjadi penyebabnya.

Kendala itu ternyata tak hanya menghampiri kubu tuan rumah. SFC yang datang dengan misi menjaga tren kemenangan di laga tandang, merasakan hal serupa di babak pertama. Pada menit ke-36, sebuah upaya gagal menemui hasil.

Begitu juga upaya Keith Kayamba Gumbs dan Firman Utina, di lima menit waktu normal babak pertama tersisa. Hingga laga berakhir, kedua tim harus puas bermain imbang tanpa gol.

Di babak kedua, Mitra Kukar dan SFC juga masih kesulitan untuk mencetak gol. Pada menit ke-52, Septiahadi yang mengambil tendangan bebas untuk SFC gagal memanfaatkan peluang yang dimilikinya. Sepakan yang sebenarnya tepat menuju sasaran, masih terlampau pelan sehingga masih mudah diamankan Joice Sorongan, kiper Mitra Kukar.
Kesempatan yang dimiliki Ahmad Bustomi pada menit ke-57 juga belum menemui hasil. Bola sepakannya dari sisi kiri pertahanan SFC masih melebar jauh di atas mistar gawang.

Kendati gagal, kedua kubu tetap menunjukkan hasrat besarnya meraih hasil bagus.
Hanya saja upaya yang dilakukan para punggawa SFC lebih dulu membuahkan hasil. Tepatnya menit ke-74, Laskar Wong Kito mencetak gol lewat kaki Hilton Moreira dengan memanfaatkan kesalahan pemain belakang Mitra Kukar mengantisipasi bola, 1-0 untuk SFC.

SFC kemudian berusaha mempertahankan kemenangan dengan memasukan Ahmad Jupriyanto. Sebaliknya, Mitra Kukar masih terus berupaya mencetak gol penyeimbang di laga yang sempat terhenti lantaran lampu padam.

Namun, hingga laga berakhir, upaya yang dilakukan Mitra Kukar tak juga membuahkan hasil. SFC pun keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0. /fer/ton