Tewas Gara-gara Tak Bayar Utang

Palembang, BP

Malasah utang-piutang kembali memicu keributan. Kali  ini Welly mengembuskan napas terakhirnya setelah ditikam 10 orang preman karena tak mampu membayar utang.

Diduga gara-gara tak kunjung membayar utang, Welly Iskandar (32), warga Jalan Pangeran Sidoing Kenayan, Lorong Sei Sawah Satu, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, harus meregang nyawa. Ia ditikam secara membabi-buta oleh 10 orang preman di depan lorong rumahnya, Jumat (20/4) pukul 08.00.

Peristiwanya bermula ketika Welly hendak membeli rokok di warung depan lorong usai makan malam. Belum sempat ia membeli rokok, di depan lorong sudah ada 10 pria yang tidak dikenalnya.

Kesepuluh pria ini tanpa basa-basi langsung menyerang Welly secara membabi-buta dengan menggunakan senjata tajam. Akibat serangan mendadak ini, Welly tak kuasa melawan hingga mengalami luka tusuk di kepala, pundak, dada, punggung, pinggang, dan tangan.

Sebenarnya Welly yang tak berdaya sempat berusaha menyelamatkan diri. Namun, lantaran lukanya cukup parah ia pun akhirnya ambruk bersimbah darah. Sebelum pingsan, Welly sempat berteriak minta tolong sehingga warga sekitar ke luar dari rumahnya masing-masing. Warga kemudian berusaha menolong Welly, namun karena terlalu banyak mengeluarkan darah, nyawanya tak bisa diselamatkan.

Tuti Alawiah (30), istri Welly, menuturkan, saat kejadian ia sedang berada di rumah kemudian terdengar suara teriakan suaminya. Tuti lantas ke luar rumah dan melihat suaminya sudah tergeletak bersimbah darah.  Saat itu juga Tuti menjerit minta tolong hingga warga berdatangan.

Melihat warga berdatangan, para pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor.  “Saat itu suami saya masih hidup, namun di perjalanan menuju rumah sakit, ia akhirnya meninggal,” kata Tuti sembari menyapu air matanya.

Kapolsek Gandus Ajun Komisaris Polisi Agus A Irawanto, mengatakan, keributan antara korban dan para pelaku diduga kuat dipicu masalah utang. Korban tak mampu membayar untang hingga akhirnya tersangka kesal dan menghabisi korban. “Berdasarkan pengembangan penyidikan, saat ini polisi baru mengantungi identitas tiga orang tersangka. Para tersangka masih buron dan terus kami kejar,” kata Agus. /cr3