Selaraskan Hak Kaum Perempuan

 H Fauziah Mawardi Yahya

ADANYA kondisi permasalahan bangsa yang kompleks, belum bisa sepenuhnya memberikan ruang publik yang luas bagi kaum perempuan menuju terciptanya emansipasi perempuan, seperti yang dicita-citakan sosok Kartini. Pada Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, diharap menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas perempuan sekaligus memposisikan perannya dalam pembangunan. Pasalnya, jika perempuannya maju akan berimbas pada kemandirian dan kesejahteraan keluarga.

Pernah meraih penghargaan Upakarti dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahun 2009, selain itu Manggala Karya Kencana Bidang KB dari Kepala BKKBN Pusat tahun 2007, membuat kiprah istri Bupati Ogan Ilir (OI) sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir (OI), H Fauziah Mawardi Yahya, dalam memajukan kaum perempuan di Bumi Caram Seguguk, tak perlu diragukan lagi. Selain piawai memanajemen kaum perempuan, ia juga merupakan sosok ibu cerdas yang ulet memperjuangkan kaum perempuan agar lebih mandiri, agamis, sejahtera, dan berkarakter. Bagaimana program ke depan yang bakal diwujudkannya untuk kemajuan perempuan? Berikut wawancaranya bersama wartawan BeritaPagi Henny Primasari.

 Setiap 21 April selalu memperingati hari kelahiran Kartini, bagaimana sebenarnya memaknai peringatan tersebut bagi Anda?

Sebagai warga Negara, kaum perempuan merayakannya. Dalam sejarahnya, Ibu Kartini malah berusaha mendobrak dominasi kaum pria di mana kaum perempuan bisa sekolah setinggi-tingginya dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria. Namun tentunya hal tersebut janganlah salah kaprah dengan meninggalkan kewajiban dan tugas perempuan, apalagi dalam rumahtangga, tetap harus mengutamakan keluarga selain pekerjaannya.

Bagaimana penilaian saat ini terhadap kaum perempuan?

Terkadang masih ada kaum perempuan yang jauh dari harapan, padahal harusnya antara kaum perempuan dan laki-laki harus ada kesetaraan, saling menghormati, saling mendukung, dan saling menjaga kebebasan secara manusiawi, baik di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam masyarakat. Intinya harus ada keselarasan satu sama lainnya.

Sebagai Ketua TP PKK OI, biasanya kegiatan apa yang dilakukan sebagai bentuk peringatan?

Ya macam-macamlah sifatnya positif, misalnya perlombaan yang mempererat tali persaudaraan. Seperti lomba memasak, menyanyi, busana, dan sebagainya. Karena PKK itu mengajarkan bahwa keluarga memiliki peran  strategis  dalam membangun keluarga demi menciptakan SDM yang andal. Gerakan PKK juga mempunyai tugas yang sangat mulia  dalam membangun masyarakat Indonesia, khususnya OI, agar lebih maju dan sejahtera. Jadi bukannya PKK itu kurang kerjaan, ada visi misi yang patut diperjuangkan.

Bagaimana fungsi PKK dalam masyarakat?

Ya  sesuai pokja berguna bagi masyarakat. Kita juga memberikan penyuluhan ke rumahtangga  seperti pemanfaatan lahan kosong di rumah, membuat warung hidup bukan hanya apotek hidup. Seperti menanam sayuran, bumbu dapur  yang hasilnya bisa dijual, menanam tumbuhan yang bisa dijadikan obat-obatan dan sebagainya. Sehingga saat memerlukannya tidak perlu beli lagi, bahkan kalau bisa menambah nilai ekonomis. Hal tersebut dilakukan sesuai imbauan SBY, seperti tahun lalu gara-gara harga cabai naik, mendorong tingkat inflasi, sehingga  warung hidup memang perlu diterapkan.

Tahun ini apa program unggulan yang akan dilaksanakan?

Pada tahun 2011 lalu di PKK ini ada koperasi namanya Koperasi Permata Hati yang anggotanya tersebar di 16 kecamatan. Bidang usahanya simpan pinjam dan usaha fotokopi. Nah tahun 2012 ini program tersebut makin ditingkatkan, yang menyentuh masyarakat sampai lapisan bawah demi terwujudnya kesejahteraan.

Apa langkah konkretnya?

Dalam hal ini PKK memiliki koperasi, memberikan bantuan dan pinjaman. Bahkan modal awal Rp40 jutaan kini meningkat hingga Rp100 jutaan dengan jumlah anggota 159 orang yang tersebar di 16 kecamatan. Untuk anggota dapat meminjam maksimal Rp4 jutaan, namun harus memiliki usaha terlebih dahulu. Bahkan selain modal sendiri, PKK bekerja sama dengan Disperindagkop  juga menggandeng perbankan agar lebih mudah  memberikan kredit lunak kepada pengusaha kecil dan menengah di OI. Seperti melibatkan Bank Mandiri, BNI, dan Bank Sumsel. Mereka diberikan bantuan kredit Rp10 jutaan/orang dengan bunga dan cicilan yang rendah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah kewirausahaan yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan.

Kredit tersebut biasanya diberikan kepada siapa?

Ya namanya kredit UMKM tentu kepada pelaku usaha kecil dan menengah, mulai dari pengrajin songket, panci, pengrajin emas dan perak,  pembuatan kemplang kerupuk, jamur tiram, dan sebagainya. Bahkan agar hasil kerajinan mereka baik, diberikan pelatihan yang bekerja sama dengan pihak terkait. Seperti beberapa waktu lalu khusus kerajinan perhiasan, mendatangkan guru dari Jogja langsung memberikan pelatihan selama satu bulan di Tanjung Batu, selain itu pelatihan songket di Pemulutan, Inderalaya hingga Tanjung Raja, pelatihan jamur tiram bekerja sama dengan Unsri , pelatihan pembuatan dodol dari ketan, kacang merah, kentang, kacang hijau, dan sebagainya.

Apa tujuannya diberikan pelatihan terebut?

 Fungsinya agar para pengrajin dapat meningkatkan kualitas dan mutu dari kerajinannya sehingga harga jualnya naik yang berujung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rakyat. Seperti pembuatan perak langsung dari Kota Gede Jogja, kita harapkan dapat dicontoh bagaimana teknik pembuatan, modelnya, harganya. Sementara untuk songket bagaimana menciptakan hasil tenunan yang halus, motif modern tanpa melupakan unsur etnik, dan sebagainya.

Apa kendala yang sering dihadapi?

Sebenarnya kendala yang cukup berarti yaitu soal pemasaran. Potensi OI sangat besar hanya saja sebagian orang belum mengetahuinya. Di sini beragam kerajinan ada, mulai dari anyaman tikar, perhiasan, rumah knockdown, pusatnya songket harga lebih murah dengan kualitas super, beragam makanan mulai dari dodol, pindang, kerupuk, kemplang, dan sebagainya. Untuk itulah bekerja sama dengan Disperindagkop baik kabupaten, provinsi, dan kementerian terkait, perbankan hingga mengikuti beragam pameran baik dalam kota, Sumsel, hingga ke Jakarta, Surabaya, dan Kalimantan dilakukan guna memecahkan persoalan pemasaran produk.

Selain program kewirausahaan, program apa lagi yang dilakukan PKK?

Di bidang kesehatan selalu menggalakkan posyandu, memberikan imunisasi, dan makanan bergizi, pengobatan lansia, operasi katarak, pemberian kacamata gratis bekerja sama dengan Dinkes, Pertamina, dan instansi terkait. Bahkan terus memajukan PAUD serta kesejahteraan keluarga melalui program KB yang bekerja sama dengan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) OI. Kesehatan ibu, anak, lansia terutama kaum perempuan sangatlah penting untuk mengurusi keluarga.

Apa peran  serta aktif PKK dalam BKBPP?

Sebagai mitra aktif BKBPP terus melakukan upaya peningkatan kesejahteraan keluarga termasuk program KB. Penyuluhan KB bukan sekadar bagaimana cara menekan laju pertumbuhan penduduk, namun yang lebih penting adalah membuat keluarga sejahtera, melakukan pembinaan terhadap pendidikan anak, pengaktifkan posyandu, mengurusi lansia, mengajari dan membina pasangan usia subur untuk turut serta dalam KB, makanan tambahan dan sebagainya yang melibatkan dinas terkait.

Bagaimana dengan jumlah peserta KB?

Tahun lalu kita kan over target, pesertanya hingga 192.242 orang atau 137,26 persen, tahun ini targetnya naik di atas 10 persen tentunya beragam upaya terus dilakukan. Yang jelas kita ingin perekonomian dan kesejahteraan warga meningkat. Saat ini jumlah peserta baru KB di OI sebanyak 14.019 orang, pasangan usia subur 75.543 orang, KB suntik sebanyak 9.586 orang, IUD spiral sebanyak 310 orang, MOW steril sebanyak 17 orang, MOP KB Lanang sebanyak 50 orang, kondom 1.601 orang, implan 1.794 orang, suntik 9.586 orang, dan pil 5.878 orang, sehingga total peserta 192.242 orang atau 137,26 persen.

Apa target yang ingin dicapai selanjutnya?

Sebenarnya program kesejahteraan tersebut terus berjalan agar terwujud masyarakat sejahtera, berkarakter, maju, mandiri, agamis, dan mewujudkan OI sebagai daerah penyanggah ibukota provinsi dengan tingkat perekonomian yang naik signifikan. Hal tersebut tidak bisa dicapai sendirian tanpa petunjuk Allah SWT, bimbingan suami  H Mawardi  Yahya, doa anak dan cucu, dorongan bersama seluruh masyarakat OI, bahkan bantuan TP PKK Provinsi Sumsel  yang diketuai Hj Eliza Alex Noerdin, dinas terkait baik tingkat provinsi, kabupaten, hingga kementerian pusat. Mudah-mudahan keinginan tersebut dapat terwujud. #