Keganasan Air Terjun Lematang Indah

Air Terjun Lematang Indah, siapa tidak kenal? Riuh airnya nan jernih menjadikan obyek wisata satu ini selalu ramai pengunjung. Terlebih lokasinya yang sangat strategis, di tepi jalan utama menuju Kota Pagaralam, sayang jika tidak disinggahi.

TAPI di balik keindahan air terjun yang bersumber dari air dingin pegunungan ini tersimpan keganasan airnya. Dalam beberapa tahun terakhir sudah berulang kali terjadi korban terseret arus sungai, bahkan ada yang sampai tewas mengenaskan.

Peristiwa terbaru menimpa Pelajar SMA Negeri Sumsel Sampoerna, Jakabaring, Palembang yang terseret arus Sungai Lematang di Kelurahan Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan. M Amirul Baqda (16) hilang terseret arus Sungai Lematang saat berlibur bersama teman-temannya. Korban ditemukan tewas setelah dilakukan pencarian selama tiga hari.

Saat menginjakkan kaki di anak tangga menuju Air Terjun Lematang Indah, udara segar sangat terasa. Riuh air yang jatuh dari ketinggian sekitar 80 meter lebih memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang. Tidak itu saja, aliran air nan jernih menggoda siapa saja untuk menceburkan diri menikmati kesegaran air pegunungan. Bahkan lantaran asiknya, banyak pengunjung yang tidak berhati-hati, soalnya tenangnya air bisa menyeret, bebatuan yang licin juga bisa menjadi penyebab banyak pengunjung yang tergelincir lalu jatuh. Terlebih banyak informasi yang berkembang, pengunjung yang asal bicara, omong besar, atau tidak sopan menjadi penyebab banyaknya jatuh korban.

Adi (27), salah seorang penambang pasir yang sekaligus penarik ban apung di Lematang Indah mengatakan, ada banyak faktor yang menjadi penyebab banyaknya korban yang terseret arus Sungai Lematang Indah, seperti pengunjung tidak bisa berenang, pengunjung tidak berhati-hati saat berenang, dan sering terjadinya peningkatan volume air sungai secara tiba-tiba atau pasang dari hulu sungai yang menyebabkan pengunjung yang sedang berenang tidak bisa menyelamatkan diri. Selain itu faktor lain yang tidak kalah pentingnya yakni banyaknya pengunjung yang salah bicara atau omong besar sehingga hal-hal aneh bisa saja terjadi.

“Biasanya musibah terseretnya pengunjung disebabkan karena pengunjung ada yang asal bicara, percaya tidak percaya hal ini bisa mengakibatkan pengunjung celaka. Seperti tidak menganggap penting air sungai atau bisa saja sesumbar dengan kepandaiannya berenang,” katanya.

Menurutnya, untuk keamanan selama berlibur di Obyek Wisata Air Terjun Lematang Indah pengunjung harus tetap menjaga etika, sehingga dapat menikmati keindahan air terjun dengan selamat. “Setahu saya saja dalam dua tahun terakhir ini sudah dua kejadian tragis yang mengakibatkan wisatawan di air terjun Lematang ini dan yang terakhir menimpa anak SMA Sumsel Sampoerna Palembang,” katanya.

Sementara itu, sebagai upaya antisipasi jatuhnya korban lagi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pagaralam telah mengimbau pengunjung  yang berwisata untuk senantiasa waspada selama berwisata di obyek wisata ini.

“Kita mengimbau kepada pengunjung untuk berhati-hati saat berwisata. Dalam waktu dekat ini kita akan membuat papan peringatan untuk wisatawan agar berhati-hati saat berlibur,” ungkapnya. /sidarta