Tak Terbaca, LJUN Disalin Ulang

Palembang, BP

Ketua tim scanning lembar jawaban ujian nasional (LJUN) 2012, Saparudin mengatakan, sesuai dengan prosedur operasional standar, jika dalam proses pemindaian terdapat lembar yang tidak terbaca lantaran kesalahan kertas tidak sesuai atau ketebalan yang kurang maksimal, maka akan dilakukan penyalinan ulang.

Menurutnya, sudah seratus persen LJUN tingkat SMA/sederajat masuk ke Baliteks dan proses pemindaian berjalan lancar.

Koordinator Pengawas UN Provinsi Sumsel Zulkifli Dahlan, menambahkan, hasil scanning yang sudah dikirim ke pusat baru mata pelajaran bahasa Indonesia. Batas akhir penyerahan hasil scanning LJUN pada 7 Mei, namun pihaknya mengusahakan sebelum tanggal 4 Mei sudah dikirim.

Ia menjelaskan temuan laporan pengawas satuan pendidikan selama UN tingkat SMA, masih seputar kekurangan naskah soal. Namun semua itu dapat diatasi sehingga ujian tetap berjalan dengan lancar. Selain itu, isu mengenai bocoran kunci jawaban melalui Short Massages Service (SMS) belum bisa dibuktikan.

Pengawasan UN tingkat SMA selesai tinggal mengumpulkan laporan-laporan saja, tentang naskah yang kurang misalnya dari SMA Negeri 13 dan SMA Muhammadiyah 2. Hasil pengawasan dibanding tahun lalu tidak terjadi perbedaan yang signifikan dan masih dalam tahap wajar, namun semua masih bisa diatasi. Mengenai lembar soal dan jawaban yang rusak pada saat ujian, diperbolehkan difotokopi namun dengan pengawasan satuan pendidikan dari perguruan tinggi.

Hal senada juga dikatakan Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) Sumsel 2012, Bonny Syafrian. Menurut Bonny, secara umum ujian berjalan sesuai dengan prosedur operasional standar. Terkait isu bocoran yang beredar lewat pesan singkat di sejumlah handphone siswa hal tersebut sulit untuk dibuktikan karena tidak bisa diyakini kebenarannya. /cr4/ris