Pembunuh Ryan Divonis 13 Tahun

Palembang, BP

Majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang menjatuhkan vonis 13 tahun penjara terhadap Satrio yang menjadi terdakwa kasus  pembunuhan Ryan Kharisma (16), pelajar Kelas XI, SMU 18 Palembang. Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim Zuhardi di ruang sidang utama PN Palembang, Kamis (19/4).

        Vonis 13 tahun penjara ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Akmal pada persidangan, Selasa (17/4). Satrio sendiri dijerat dengan pasal 340 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

        “Terdakwa terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap korban Ryan Kharisma (16), sesuai tuntutan JPU melanggar  pasal 340 KUHP. Menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun kepada terdakwa dikurangi masa tahanan,” kata Zuhardi kepada terdakwa yang didampingi kuasa hukum Eka Sulastri dari Pos Bantuan Hukum PN Palembang.

        Menanggapi vonis tersebut, terdakwa langsung menerima putusan majelis hakim, tanpa mau melakukan upaya hukum banding. Majelis hakim langsung menutup persidangan yang hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Di luar persidangan ayah Ryan, Rozaini masih belum mau menerima putusan majelis hakim yang hanya memvonis Satrio 13 tahun penjara. “Maunya kita, terdakwa dijerat hukuman mati, karena anak saya itu mati,” ujar Rozaini sambil melotot ke arah terdakwa saat dimasukkan ke mobil tahanan.

        Persidangan kemarin berlangsung lancar, berbeda dengan  persidangan sebelumnya yang sempat ricuh. Pengawalan ketat aparat kepolisian dan larangan kerabat masuk ke areal menyebabkan kondisi persidangan aman.

        Pembunuhan terhadap Ryan terjadi pada Oktober 2011, di kawasan Jalan R Ganda Subrata, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang.

Sebelum kejadian, para tersangka yang jumlahnya empat orang berkumpul di rumah tante Satrio di Jalan Inspektur Marzuki untuk merencanakan perampokan terhadap korban. Kemudian Ryan datang ke rumah itu setelah dijemput oleh para tersangka. Di rumah itu mereka menenggak minuman keras.

Setelah itu korban dibawa ke kawasan Jalan R Ganda Subrata, kawasan kuburan Cina, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako Palembang. Setibanya di lokasi, terdakwa Satrio langsung menghujamkan pisau yang telah disiapkan dari rumah ke leher korban sebanyak dua kali sampai korban terjatuh berlumuran darah. Kemudian, tersangka lain yang  masih buron juga menusuk ke perut korban sebanyak dua kali.

Sekitar awal Februari 2012, mayat korban yang sudah menjadi tulang-belulang ditemukan masyarakat sekitar lokasi kejadian. Polisi kemudian meringkus Satrio dan seorang tersangka lainnya. Sedangkan dua tersangka lainnya kini masih buron. /git