Pedagang Liar Dipungut Retribusi

 

Lubuklinggau, BP

Demi mencapai target pendapatan retribusi, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (DKUMKMPP) Kota Lubuklinggau tetap menarik retribusi kepada pedagangan kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar jalan.

PKL ini tergolong illegal lantaran pemerintah setempat telah menyediakan lokasi berjualan di Pasar Bukit Sulap, Pasar Simpang Periuk, dan Pasar Tanjung Indah.

“Pedagang yang berjualan di atas trotoar pasti menimbulkan sampah. Oleh sebab itu tetap kami tarik retribusi. Selain itu, kami  memiliki target pencapaian retribusi. Mau ditarik atau tidak
retribusi, mereka tetap saja berjualan di atas trotoar jalan,” ujar Kadis DKUMKMPP Imam Senen kepada wartawan, Kamis (19/4)..

Sebelumnya, Imam mengaku pihaknya selalu rutin melakukan penertiban dan memberikan imbauan kepada para pedagang pindah ke tempat berjualan yang sudah disediakan.

“Masalah pembeli ramai atau tidak itu urusan nanti, terpenting para pedagang harus mencoba dulu tempat berdagang yang sudah disediakan,” katanya.
Terpisah, Kasat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Lubuklinggau, Erwan Sofyan kepada wartawan mengaku, anggotanya rutin
melakukan penertiban pedagang yang beroperasi di atas trotoar jalan.
Namun, saat petugas pergi, maka para pedagang kembali lagi. “Tindakan tegas sudah dilakukan dengan cara mengangkut dagangan PKL ke kantor. Saat pengambilan dagangannya, mereka diharuskan membuat surat perjanjian,” katanya. /kur