Napi Kendalikan Narkoba Dari LP

Palembang, BP

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang berhasil mengungkap peredaran narkoba dari balik lembaga permasyarakatan (Lapas) Kelas I Merah Mata.

Seorang narapidana (napi), Eddy Blues digelandang petugas lantaran terlibat mengendalikan shabu seberat setengah kilogram oleh isti dan kakak iparnya, Kamis (19/4) sekitar pukul 01.30.

Pengungkapan ini bermula, adanya informasi peredaran narkoba jenis shabu-shabu yang dilakukan seorang napi. Ketika diselidiki, petugas mengamankan dua orang tersangka Yl (30) yang merupakan istri Eddy dan Rb (33) kakak kandung Yl. Kedua tersangka tersebut menjalankan bisnis barang haram mengikuti perintah Eddy yang sedang mendekam di Lapas atas kasus narkoba dengan hukuman lima tahun penjara dan sudah dijalani sembilan bulan.

Lebih parahnya lagi, istri Eddy yang merupakan warga Jalan Bangka Perumahan Opi Blok Q No 12 RT 58 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I adalah seorang guru honorer.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting didampingi Kasat Reserse Narkoba Kompol Djoko Julianto menjelaskan jika pengungkapan jaringan peredaran narkoba jenis shabu-shabu yang marak di Palembang setelah ada informasi adanya peredaran narkoba dari dalam Lapas.

“Petugas dari Satuan Narkoba melakukan penyelidikan atas informasi tersebut, alhasil seorang pengedar narkoba jenis shabu-shabu yang merupakan seorang narapidana yakni tersangka Eddy Blues. Dalam penyelidikan bisnis haram itu sediri dijalani oleh istri dan kakak ipar yang bersangkutan, sementara peran Eddy sebagai stir atau pengendali peredaran,” ungkap Ginting.

Dikatakan Ginting, setelah dilakukan penggeledahan ke rumah tersangka ternyata barang bukti (BB) telah dikuburkan di belakang rumah tersangka yang sudah dibagi dalam bentuk paketan yaitu 7 paket besar dan 10 paket sedang. Sementara total shabu yang berhasil di amankan adalah ½ kg atau senilai Rp500 juta.

Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan satu buah timbangan elektrik, empat buat HP yang diduga alat untuk bertransaksi milik Eddy dan tersangka Yl dan Rb, dan sejumlah buku tabungan.

“Hasil penyelidikan dan temuan yang berhasil kita ungkap para tersangka merupakan pengedar shabu. Namun yang lebih mengejutkan, peredaran dilakukan dari dalam Lapas. Walau bukan secara langsung, namun dengan HP bisa mengendalikan peredan narkoba,”jelasnya. /ren